Setelah bertahun-tahun terhambat oleh biaya tinggi dan risiko finansial yang masif, pemerintah di Amerika Utara dan Eropa kini mengambil alih peran utama sebagai penyokong dana setelah sektor swasta menunjukkan keengganan untuk terlibat.
Kendala utama yang dihadapi industri ini meliputi pembengkakan biaya pembangunan, jadwal konstruksi yang sering meleset, serta risiko politik yang tidak menentu.
Kondisi ini membuat investor institusional cenderung menghindari proyek energi atom skala besar.Analis energi nuklir, Tim Judson, menilai situasi ini mencerminkan realitas industri saat ini.
’’Sektor swasta sebenarnya tidak tertarik membangun reaktor baru. Apa yang terjadi saat ini sangat bergantung pada keputusan politik pemerintah federal dan daerah,’’ ujar Judson.
Pergeseran Strategi di Kanada dan Amerika SerikatDi Kanada, Ontario Power Generation (OPG) mengakui tantangan dalam menjaring investor swasta.
Chief Financial Officer OPG, Aida Cipolla, mengungkapkan bahwa upaya menggandeng investor institusional sejauh ini belum membuahkan hasil.
Sebagai solusinya, Pemerintah Kanada bersama Pemerintah Provinsi Ontario resmi mengucurkan dana sebesar 3 miliar dolar Kanada (sekitar Rp 36,8 triliun) untuk pembangunan reaktor baru di Clarington, dekat fasilitas Darlington.
Langkah ini menandai kembalinya negara sebagai penjamin utama proyek strategis nasional.
Sementara itu, Amerika Serikat juga memperkuat komitmen finansialnya untuk mendukung reaktor Westinghouse dengan menyiapkan dana sedikitnya 80 miliar dollar AS.
Langkah ini diperkuat oleh dukungan Pemerintah Jepang yang menjanjikan pendanaan tambahan untuk reaktor besar dan pengembangan reaktor modular kecil (Small Modular Reactors/SMR) oleh GE Vernova Hitachi.
Kebangkitan Investasi Nuklir GlobalBerdasarkan laporan Badan Energi Internasional (IEA) pada November 2025, dukungan kebijakan terhadap energi nuklir terus menguat.
Meski energi terbarukan seperti surya dan angin masih mendominasi pertumbuhan pembangkit listrik, investasi di sektor nuklir mencatatkan kenaikan signifikan.
Bayang-bayang Kegagalan Masa Lalu
Kendati optimisme pemerintah meningkat, para pengamat mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman pahit di masa lalu. Pembangunan reaktor besar di Darlington pada periode 1980–1990 menjadi pengingat keras mengenai risiko manajemen proyek.
Kala itu, proyek tersebut menelan biaya 14,5 miliar dolar Kanada, hampir dua kali lipat dari estimasi awal, dengan rata-rata keterlambatan penyelesaian hingga lima tahun per unit.
Lonjakan biaya tersebut menyebabkan utang Ontario Hydro membengkak secara eksponensial dan memicu restrukturisasi besar-besaran pada era 1990-an.
Editor : Redaksi Lombok Post