Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AS Cueki Latihan Tiongkok di Sekitar Taiwan, Tiongkok Dinilai Abaikan Norma Internasional

Lombok Post Online • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:13 WIB

 

Donald Trump
Donald Trump
 

LombokPost - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak khawatir dengan latihan tembak langsung (live fire drills) Tiongkok di sekitar Taiwan.

Trump juga menyebut hubungannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping sangat baik.

Trump cukup yakin tidak mungkin ada invasi nyata.

”Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi dan dia tidak memberi tahu saya apa pun soal ini,” kata Trump pada Senin (29/12) waktu setempat seperti dilansir dari The Guardian.

Statemen itu muncul sehari setelah Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) meluncurkan simulasi serangan mendadak di sekitar Taiwan.

”Saya memang melihatnya, tetapi saya tidak percaya dia akan melakukannya. Tidak ada yang membuat saya khawatir,” imbuh Trump.

Peluncuran Rudal pada Hari Kedua

Latihan militer Tiongkok memasuki hari kedua kemarin (30/12) dengan peluncuran rudal langsung ke Selat Taiwan. PLA menyatakan telah mengerahkan kapal perusak, kapal fregat, jet tempur, pesawat pengebom, drone, hingga rudal jarak jauh maupun jarak dekat.

Manuver tersebut, menurut PLA, bertujuan menguji koordinasi laut-udara serta kemampuan memburu dan melumpuhkan target secara presisi. Dalam hal ini termasuk kapal selam dan sasaran maritim. Tiongkok menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari latihan bertajuk Justice Mission 2025.

Hingga kemarin pagi, Kementerian Pertahanan Taiwan mencatat keberadaan sedikitnya 14 kapal angkatan laut Tiongkok, 14 kapal penjaga pantai, satu balon pengintai, serta 130 pesawat tempur dan drone yang beroperasi di dekat Pulau Taiwan. Rentetan roket juga terlihat diluncurkan dari Pingtan, wilayah pesisir Tiongkok yang paling dekat dengan pulau utama Taiwan.

Abaikan Norma Internasional

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan titik jatuh proyektil tersebar di sekitar zona 24 mil laut Taiwan. Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo menilai latihan tersebut mengabaikan norma internasional. ”Ini jelas bertujuan untuk perang kognitif, melemahkan kemampuan tempur Taiwan, serta menciptakan perpecahan dan konflik di dalam masyarakat kami,” katanya.

Latihan kali ini merupakan yang keenam sekaligus terbesar sejak 2022. Meski umumnya bagian dari latihan rutin, PLA kerap mengaitkannya dengan tindakan provokatif. Pekan ini, pejabat Tiongkok secara terbuka menyinggung penjualan senjata AS ke Taiwan senilai USD 11 miliar (Rp 184,4 triliun).

”Menyikapi provokasi berkelanjutan dari kekuatan pro-kemerdekaan Taiwan dan penjualan senjata besar-besaran AS, kami tentu harus melawan secara tegas dan kuat,” tutur Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. (lyn/dns/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Amerika Serikat #Taiwan #trump #militer #rudal