Putin diminta bergabung dalam inisiatif global bertajuk “Board of Peace”, sebuah forum yang diklaim bertujuan menyelesaikan konflik dunia sekaligus mengawasi rekonstruksi Gaza.
Undangan tersebut muncul saat perang Rusia–Ukraina memasuki hampir tahun keempat tanpa kesepakatan damai yang jelas.
Trump sebelumnya berulang kali menyatakan ambisinya mengakhiri perang itu, bahkan pernah mengklaim mampu menghentikannya dalam 24 jam setelah menjabat. Namun kenyataannya, perang atrisi terus berlangsung dan perundingan damai kembali kehilangan momentum.
Gedung Putih diketahui telah menghubungi sejumlah tokoh dunia untuk duduk di Board of Peace, yang akan dipimpin langsung oleh Trump. Kremlin mengonfirmasi bahwa Putin termasuk di antara mereka yang diundang.
“Presiden Putin juga menerima undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian,” ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seperti dikutip dari aljazeera.com.
Peskov mengatakan Moskow saat ini masih mempelajari dan mengklarifikasi seluruh detail tawaran tersebut bersama Washington. Ia tidak mengungkapkan apakah Putin cenderung menerima atau menolak undangan itu.
Selain Putin, Presiden Belarus Alexander Lukashenko—sekutu dekat Rusia—juga dilaporkan mendapat undangan serupa. Langkah ini menegaskan ambisi Trump menjadikan Board of Peace sebagai forum global lintas kekuatan besar.
Selama bertahun-tahun, Rusia berupaya menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai aktor utama di Timur Tengah, termasuk Israel dan Palestina.
Namun sejak dimulainya perang Israel di Gaza dan invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Moskow semakin menjauh dari Israel dan mempererat hubungan dengan pihak-pihak yang berseberangan dengan Tel Aviv, seperti Iran.
Putin juga berusaha memperkuat hubungan dengan negara-negara Teluk Arab, seiring meningkatnya isolasi Rusia dari Barat. Ia bahkan sempat memuji upaya Trump dalam menyelesaikan konflik global.
“Dia benar-benar melakukan banyak hal untuk menyelesaikan krisis kompleks yang telah berlangsung bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun,” kata Putin pada Oktober lalu.
Baca Juga: Kunjungan Kerja di London, Presiden Prabowo Subianto Sapa Mahasiswa Indonesia
Terkait Gaza, Kremlin secara terbuka mengkritik operasi militer Israel dan menyebut kondisi di wilayah tersebut sebagai bencana kemanusiaan. Putin menegaskan Rusia akan terus membantu rakyat Palestina.
Board of Peace sendiri dirancang untuk menjalankan rencana 20 poin Trump guna mengakhiri perang di Gaza. Dewan ini memiliki struktur tiga tingkat dengan anggota dari Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Arab.
Namun, para analis menilai inisiatif tersebut sarat kontroversi. Dewan ini menempatkan Trump dan sejumlah tokoh pro-Israel di posisi puncak, sementara perwakilan Palestina berada di lapisan terbawah dengan peran terbatas. Kritik pun bermunculan, menyebut model ini berpotensi meminggirkan kedaulatan politik Palestina dan mengarah pada tata kelola bernuansa neo-kolonial.
Editor : Marthadi