Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

  Agen Imigrasi Federal AS Tembak Mati Perawat ICU

Lombok Post Online • Senin, 26 Januari 2026 | 14:00 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

LombokPost - Penembakan terhadap seorang warga negara Amerika Serikat oleh agen imigrasi kembali terjadi. Ini memicu gelombang protes baru, serta tuntutan keras dari para pemimpin lokal agar pemerintahan Presiden Donald Trump menghentikan operasinya di kota tersebut.

Agen imigrasi federal menembak mati Alex Pretti (37), seorang perawat ICU, saat terjadi pergumulan di jalan raya yang licin akibat es, pada Sabtu (24/1) waktu setempat. Insiden ini terjadi kurang dari tiga pekan setelah seorang petugas agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak dan menewaskan warga Minneapolis, Renee Good (37), di dalam mobilnya.

Seperti yang dilakukan pascakematian Good, Pemerintahan Trump dengan cepat menyatakan bahwa Pretti berniat membahayakan agen federal.

“Dia berada di lokasi untuk melakukan kekerasan,” ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dalam sebuah pengarahan.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller menyebut Pretti sebagai seorang “pembunuh bayaran” dalam sebuah unggahan di media sosial.

Namun, seperti halnya pada kasus kematian Good, rekaman ponsel dari lokasi kejadian menimbulkan pertanyaan serius terhadap versi peristiwa yang disampaikan pemerintah federal. Video yang ditayangkan secara luas oleh media AS, namun belum diverifikasi oleh AFP, memperlihatkan Pretti merekam aktivitas para agen di jalan yang dipenuhi salju sambil mengatur lalu lintas.

Setelah seorang agen mendorong seorang perempuan demonstran hingga terjatuh di trotoar, Pretti terlihat berdiri di antara keduanya dan kemudian disemprotkan zat kimia ke wajahnya. Agen tersebut lalu menarik Pretti hingga terjatuh, dan beberapa petugas berusaha menahannya di jalan raya yang licin.

Beberapa detik kemudian, ketika seorang petugas tampak menemukan dan menarik sesuatu dari celana Pretti, para agen melepaskan tembakan. Termasuk, menembaki tubuh Pretti yang sudah tidak bergerak dari jarak tertentu.

Dalam pernyataan yang disebarkan media AS, orang tua Pretti menyebut putra mereka sebagai sosok “berhati baik”. Mereka menyebut pemerintahan Trump menyebarkan “kebohongan yang menjijikkan” tentang anak mereka.

Sementara itu, Gubernur Minnesota Tim Walz menyebut penembakan tersebut “mengerikan”. Dia juga menuntut agar otoritas negara bagian memimpin penyelidikan kasus tersebut.

Tragedi Awal Tahun

Belum genap sebulan, sudah ada dua penembakan yang menewaskan dua warga sipil AS oleh agen imigrasi. Berikut nama mereka dan tanggal kejadian:

Rabu (7/1) 

- Renee Nicole Good, 37, tengah berkendara dan dihentikan agen imigrasi Amerika. Saat itu dalam kejadian yang singkat, seorang agen menembaknya di kepala. Pemerintahan Trump menyebut Good membahayakan petugas. 

Sabtu (24/1) 

- Alex Pretti, 37, ditembak mati sesaat setelah mencoba membantu seorang perempuan yang didorong agen imigrasi. Saat itu Pretti tengah merekam dengan ponselnya. Saat penembakan,tangan kanannya membawa ponsel dan tangan kirinya diangkat untuk melindungi diri. (idr/len/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#keamanan #warga #Amerika Serikat #imigrasi #penembakan