Pengiriman pasukan ini diproyeksikan terealisasi pada fase kedua gencatan senjata sesuai dengan skema perdamaian yang tengah dimatangkan.
Laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN News, yang dikutip dari Jerusalem Post pada Selasa (10/2/2026), menyebutkan bahwa kontingen Indonesia diperkirakan tiba di Gaza dalam beberapa pekan ke depan.
Momentum ini bertepatan setelah kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Washington DC untuk menghadiri KTT Peace to Prosperity yang diinisiasi oleh Donald Trump pada 19 Februari 2026.
Pasukan ISF nantinya akan mengemban tugas menjaga stabilitas di Gaza, khususnya pada Tahap II implementasi gencatan senjata. Berdasarkan laporan tersebut, mandat ISF, termasuk kontingen Indonesia, tidak mencakup konfrontasi langsung maupun pelucutan senjata terhadap kelompok Hamas secara proaktif.
Personel TNI yang tergabung dalam misi ini rencananya akan ditempatkan untuk mengawasi garis pertahanan di wilayah strategis, yakni Khan Yunis dan Rafah di bagian selatan Jalur Gaza. Saat ini, otoritas terkait masih merampungkan sejumlah poin krusial, terutama mengenai aturan pelibatan (rules of engagement) sebagai langkah antisipasi jika terjadi kontak di lapangan.
Penegasan Kementerian Luar Negeri RI
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi bahwa langkah-langkah persiapan pengiriman pasukan perdamaian tersebut memang sedang berjalan.
“Memang Indonesia melakukan persiapan tersebut,” paparnya di Jakarta, kemarin (10/2/2026).
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menjelaskan bahwa Kemlu terus melakukan koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait guna mengawal instruksi Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa peran Indonesia dalam ISF akan sepenuhnya didedikasikan untuk misi kemanusiaan.
“Ini lebih pada aspek-aspek humanitarian,” pungkasnya.
Keterlibatan Indonesia dalam misi ini mempertegas komitmen diplomasi aktif pemerintah dalam mendukung perdamaian abadi dan penanganan krisis kemanusiaan di Palestina melalui mekanisme internasional yang diakui.
Editor : Redaksi Lombok Post