Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Raksasa Asia Tumbang? Cek Klasemen Medali di ajang Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Terbaru Hari Ini!

Nurul Hidayati • Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB
Salah satu pertandingan di ajang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang semakin memanas. (olympics)
Salah satu pertandingan di ajang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang semakin memanas. (olympics)

LombokPost – Persaingan perebutan takhta juara di ajang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 semakin memanas.

Memasuki hari keenam perhelatan (12/2/2026), kejutan besar terjadi di tabel klasemen medali sementara. Negara-negara Eropa Tengah dan Barat menunjukkan dominasi yang sulit dibendung oleh kekuatan besar dunia lainnya.

Hingga pukul 06.00 WITA, Belanda memimpin di posisi ke-10 dengan raihan total 3 medali (1 Emas dan 2 Perak).

Hasil ini menempatkan Tim Oranye di atas pesaing ketatnya, Republik Ceko dan Slovenia, yang berbagi tempat di posisi ke-11 dengan torehan identik, yakni 1 Emas dan 1 Perak.

Nasib Mengejutkan Tiongkok dan Korea Selatan Kejutan terbesar datang dari delegasi Asia. Tiongkok, yang biasanya mendominasi, sementara ini tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi 1 Perak dan 2 Perunggu tanpa satu pun medali Emas dari 35 ajang yang telah selesai. Senasib dengan Tiongkok, Republik Korea harus puas berada di posisi ke-15 dengan perolehan 1 Perak dan 1 Perunggu.

 Baca Juga: Olimpiade Musim Dingin 2026: NHL Comeback, AS Tantang Dominasi Kanada di Milan

Sementara itu, Kanada menjadi negara dengan koleksi medali terbanyak di daftar bawah ini dengan total 4 medali, meski mereka masih berjuang pecah telur untuk mendapatkan medali emas pertama mereka.

Dengan 81 ajang yang masih tersisa dari total 116 pertandingan, posisi ini dipastikan akan terus berubah secara dinamis. Akankah negara-negara Asia bangkit di paruh kedua kompetisi, ataukah dominasi Eropa akan terus berlanjut hingga upacara penutupan?

Sorot lampu laser berwarna biru es membelah langit Stadion San Siro, Milan, akhir pekan lalu. Diiringi dentuman musik yang memacu adrenalin, perhelatan olahraga musim dingin paling bergengsi di kolong langit, Olimpiade Musim Dingin XXV Milano-Cortina 2026, resmi dibuka. Italia kini sah menjadi kiblat dunia selama 19 hari ke depan.

Gelaran tahun ini bukan sekadar ajang adu otot di atas salju. Milano-Cortina 2026 mencatatkan sejarah sebagai Olimpiade dengan lokasi paling "terpencar" sepanjang masa.

Tak tanggung-tanggung, area penyelenggaraannya mencakup lebih dari 22 ribu kilometer persegi, mulai dari hiruk pikuk kota mode Milan hingga puncak-puncak es yang megah di Cortina d’Ampezzo.

Upacara pembukaan yang bertajuk “Harmony” sukses menghipnotis jutaan pasang mata.

Diva pop dunia, Mariah Carey, tampil mengejutkan dengan membawakan lagu klasik Italia “Volare” yang diaransemen apik, bersanding dengan suara emas Andrea Bocelli.

Momen paling ikonik terjadi saat api Olimpiade dinyalakan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, cauldron (kaldron) raksasa menyala di dua lokasi berbeda secara bersamaan: Milan dan Cortina.

Ini menjadi simbol kolaborasi antar-wilayah Italia Utara yang selama ini dikenal memiliki karakteristik berbeda.

Ini adalah wajah baru Olimpiade. Lebih dari 90 persen fasilitas yang digunakan adalah infrastruktur permanen yang sudah ada.

Namun, di balik kemegahannya, ajang kali ini juga menjadi pengingat keras akan pemanasan global.

NASA mencatat suhu di wilayah Italia Utara naik sekitar 3,6 derajat Celsius dibanding dekade lalu.

Akibatnya, jutaan meter kubik salju buatan harus diproduksi menggunakan teknologi reservoir khusus demi menjaga lintasan tetap layak bagi para atlet.

Sebanyak 3.500 atlet dari berbagai negara kini tengah berjibaku memperebutkan medali di 116 nomor pertandingan dari 16 cabang olahraga.

Mulai dari hoki es yang keras di Milan, hingga aksi akrobatik ski mountaineering cabang olahraga baru yang resmi didebutkan tahun ini.

Sayangnya, dalam parade atlet yang melintasi San Siro, bendera Merah Putih belum tampak berkibar di jajaran kontingen.

Keterbatasan fasilitas latihan cabang olahraga salju di tanah air serta ketatnya standar kualifikasi menjadi batu sandungan bagi atlet Indonesia untuk menembus ajang musim dingin tahun ini.

Meski tanpa wakil, antusiasme penonton dari tanah air tetap tinggi.

Sejumlah platform streaming melaporkan lonjakan penonton dari Indonesia yang ingin menyaksikan aksi dramatis di lintasan es Alpen.

Olimpiade ini dijadwalkan akan ditutup dengan upacara megah di Arena Verona pada 22 Februari mendatang.

Editor : Kimda Farida
#olimpiade musim dingin #peringkat #Klasemen Medali Olimpiade #medali #Milano Cortina 2026