Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dunia Berguncang! Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas Akibat Serangan AS-Israel, Perang Besar di Depan Mata?

Marthadi • Minggu, 1 Maret 2026 | 20:59 WIB

Warga melempar batu ke gerbang masuk Konsulat Amerika Serikat di Lahore pada 1 Maret 2026, dalam aksi protes atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah serangan Amerika S
Warga melempar batu ke gerbang masuk Konsulat Amerika Serikat di Lahore pada 1 Maret 2026, dalam aksi protes atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di tengah serangan Amerika S
LombokPost – Timur Tengah benar-benar berada di ambang kiamat setelah kabar mengejutkan merobek ketenangan dunia: Ayatollah Ali Khamenei, sosok sentral kekuasaan Iran, dipastikan tewas dalam serangan udara brutal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Kematian sang nakhoda revolusi ini tidak hanya meninggalkan lubang menganga di jantung Teheran, tetapi juga memicu gelombang amarah yang siap meledakkan stabilitas global.

Dikutip dari laporan Al Jazeera, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk keras pembunuhan tersebut dan menyebutnya sebagai "kejahatan besar".

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Iran langsung menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, ditambah dengan libur publik selama tujuh hari.

Namun, duka ini tidak hanya milik Khamenei seorang. Serangan mematikan pada hari Sabtu itu juga merenggut nyawa putri, menantu, dan cucu sang pemimpin tertinggi, serta sejumlah pejabat keamanan papan atas Iran.

Ini merupakan pukulan paling telak bagi kepemimpinan Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Teheran Membara, Kedubes AS Diserbu

Pantauan di lapangan menunjukkan lautan massa tumpah ke jalan-jalan di Teheran, khususnya di Alun-alun Enghelab, untuk meratapi kepergian pemimpin mereka.

Kesedihan mendalam juga terlihat di makam Imam Reza di Mashhad, di mana banyak pendukung jatuh pingsan karena duka yang tak tertahankan.

Gelombang protes pun meluas hingga ke luar negeri. Di Baghdad, Irak, pengunjuk rasa menyerbu Zona Hijau dan mencoba merangsek ke Kedutaan Besar AS.

Sementara itu, di Karachi, Pakistan, massa yang kalap membakar dan menghancurkan kaca-kaca konsulat AS sebagai bentuk protes.

Balas Dendam Dimulai: 27 Basis AS Jadi Target

Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung mengibarkan bendera perang dan mengklaim telah meluncurkan serangan balasan ke 27 basis yang menampung pasukan AS di kawasan tersebut, termasuk fasilitas militer Israel di Tel Aviv.

Ledakan juga dilaporkan terdengar hingga ke Qatar dan Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru melayangkan peringatan keras melalui media sosial.

Ia menegaskan bahwa jika Iran berani membalas lebih jauh, AS akan menghantam mereka dengan kekuatan yang "belum pernah terlihat sebelumnya".

Kepemimpinan Darurat Iran

Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa dewan tiga orang—yang terdiri dari presiden, ketua yudisial, dan salah satu ahli hukum dari Dewan Garda—akan mengambil alih tugas kepemimpinan untuk sementara waktu hingga pemimpin tertinggi yang baru terpilih.

Tragedi ini juga membawa duka bagi warga sipil. Laporan media pemerintah menyebutkan sedikitnya 201 orang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel di 24 provinsi.

Salah satu serangan paling memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, yang menewaskan sedikitnya 148 orang.

Kini, dunia hanya bisa menahan napas, menunggu apakah bara api di Teheran ini akan padam atau justru menjadi pemantik perang yang lebih besar lagi.

Editor : Marthadi
#Amerika Serikat #Timur Tengah membara #Pemimpin Tertinggi Iran #konflik Iran Israel #ali khamenei tewas