LombokPost--Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok melontarkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat, menyebut negara tersebut sebagai “kecanduan perang” dan bertanggung jawab atas penderitaan berkepanjangan di berbagai kawasan konflik dunia.
Dalam pernyataan resminya, Beijing menyoroti jejak intervensi militer Washington di sejumlah negara seperti Afghanistan, Irak, Suriah, dan Libya.
“Dari Afghanistan hingga Irak, dari Suriah hingga Libya — ke mana pun mesin perang Amerika melaju, rakyat di sana terjerumus ke dalam penderitaan,” demikian pernyataan yang disampaikan otoritas pertahanan Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok juga menyinggung sejarah panjang keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik global.
Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa selama lebih dari 240 tahun berdirinya, Amerika Serikat hanya menikmati sekitar 16 tahun tanpa terlibat dalam perang.
Selain itu, Beijing mengungkapkan data mengenai keberadaan lebih dari 800 pangkalan militer AS yang tersebar di lebih dari 80 negara di dunia.
Keberadaan pangkalan tersebut dinilai sebagai bukti dominasi militer global Washington.
Dalam narasi yang bernada keras, Kementerian Pertahanan Tiongkok bahkan menyebut kebijakan luar negeri Amerika sebagai bentuk “rezim genosida”, dengan tudingan bahwa intervensi bersenjata kerap menimbulkan korban sipil dan instabilitas jangka panjang.
Pernyataan ini mempertegas ketegangan hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, terutama dalam isu keamanan global dan pengaruh geopolitik di berbagai kawasan.
Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan tersebut mencerminkan rivalitas strategis yang semakin tajam antara dua kekuatan besar dunia.
Baca Juga: Indonesia Berduka! Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia
Isu ekspansi militer, keamanan regional, hingga pengaruh ekonomi menjadi titik gesekan utama dalam hubungan kedua negara.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan terbaru dari Beijing tersebut.
Editor : Kimda Farida