LombokPost-- Sebuah video animasi bergaya Lego yang diklaim berasal dari Iran mendadak viral di media sosial dan memicu kontroversi internasional.
Animasi tersebut diberi judul “Modern Elephant Companions” dan disebut-sebut mengandung pesan simbolik yang kuat terkait konflik Timur Tengah.
Video ini menarasikan ulang kisah dalam Surah Al-Fil, yang menceritakan peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin Abraha sekitar tahun 570 Masehi.
Dalam kisah tersebut, pasukan itu dihancurkan oleh burung ababil yang menjatuhkan batu dari tanah yang terbakar.
Dalam versi animasi modern ini, narasi klasik tersebut dikaitkan dengan situasi geopolitik saat ini.
Adegan pembuka memperlihatkan suasana ibadah di Kakbah, yang kemudian beralih pada penggambaran tokoh dan kekuatan militer yang disebut sebagai “pendamping gajah modern”.
Selanjutnya, muncul visual simbolik berupa serangan dari udara yang menyerupai kisah burung ababil.
Dalam interpretasi video tersebut, adegan ini digambarkan sebagai serangan balasan yang menargetkan berbagai objek militer, termasuk kapal, pangkalan, hingga kota-kota yang diasosiasikan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Video tersebut juga menampilkan adegan ledakan besar yang digambarkan sebagai “kemenangan”, sehingga memunculkan persepsi bahwa konflik modern diposisikan sebagai pengulangan sejarah dengan dimensi religius.
Konten ini menuai beragam reaksi dari warganet global.
Sebagian menilai video tersebut sebagai bentuk propaganda yang mengaitkan konflik politik dengan narasi keagamaan, sementara lainnya melihatnya sebagai ekspresi simbolik dalam konteks budaya dan sejarah.
Tak hanya itu, penggunaan gaya visual yang menyerupai Lego juga memicu sorotan tersendiri.
Banyak pihak menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan reaksi dari perusahaan mainan global tersebut karena dianggap menyeret identitas merek ke dalam isu politik sensitif.
Hingga kini, video tersebut terus menyebar luas di berbagai platform dan menjadi perbincangan hangat, memperlihatkan bagaimana narasi sejarah dan simbol keagamaan masih memiliki pengaruh kuat dalam membentuk opini publik di era digital.
Editor : Kimda Farida