Dalam operasi pencegahan tersebut, otoritas keamanan setempat mengonfirmasi penangkapan terhadap 39 individu yang dituding berafiliasi dengan kelompok teroris dan jaringan spionase asing.
Departemen Hubungan Masyarakat Kementerian Intelijen menyampaikan keberhasilan operasi ini melalui pernyataan resmi yang dirilis di Teheran pada Rabu (25/3/2026).
Pihak kementerian menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan oleh unit intelijen Provinsi Teheran terhadap elemen-elemen yang diduga menjadi bagian dari jaringan operasional musuh.
“Dalam operasi proaktif oleh para prajurit anonim Imam Mahdi (semoga Allah mempercepat kemunculannya kembali) di Organisasi Intelijen Provinsi Teheran, 39 elemen yang berafiliasi dengan jaringan operasional musuh Amerika-Zionis dan kelompok teroris diidentifikasi dan ditahan,” tulis pernyataan resmi Kementerian Intelijen tersebut.
Dari total 39 orang yang ditahan, 27 di antaranya disebut sebagai anggota dari dua kelompok teroris yang berbeda. Salah satu tersangka dilaporkan berupaya membentuk sel operasional di Provinsi Sistan dan Baluchestan dengan tujuan mengganggu stabilitas keamanan wilayah sebelum akhirnya berhasil diringkus.
Dalam operasi penggeledahan, otoritas keamanan Iran menyita barang bukti berupa 49 alat peledak rakitan, dua senapan serbu Kalashnikov, 16 pistol, 50 magazen, serta lebih dari 1.500 butir amunisi.
Selain itu, petugas juga mengamankan alat kejut listrik (taser), gas air mata, bom molotov, bahan kimia pembuat bom, serta tujuh unit perangkat satelit Starlink yang diduga digunakan untuk jalur komunikasi ilegal.
Kementerian Intelijen lebih lanjut merinci bahwa dua individu yang ditangkap diduga berperan sebagai aktor intelektual di dunia maya. Keduanya dituding bertugas menyebarkan ketidakstabilan psikologis "untuk mendukung Zionis pembunuh anak" serta melakukan propaganda terhadap pemerintah Iran.
Salah satu tersangka lainnya dituduh membocorkan data lokasi serta titik penempatan pasukan keamanan kepada jaringan intelijen luar negeri, termasuk saluran berita Iran International. Pemerintah Teheran sebelumnya telah menetapkan saluran yang berbasis di London tersebut sebagai organisasi teroris karena dianggap menyebarkan disinformasi dan membocorkan lokasi sipil untuk target militer.
Menutup pernyataannya, Kementerian Intelijen menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kerja sama dalam melaporkan aktivitas mencurigakan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan terus berbagi informasi melalui saluran resmi pemerintah guna menjaga stabilitas nasional di tengah eskalasi konflik regional yang sedang berlangsung.
Editor : Redaksi Lombok Post