LombokPost - Pemerintah Australia menyuarakan dukungan terhadap kedaulatan Lebanon di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Penny Wong memperingatkan Israel agar tidak menduduki wilayah Lebanon selatan dan mendesak semua pihak mematuhi hukum internasional.
Pernyataan itu disampaikan Wong usai berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar.
Dalam percakapan tersebut, Australia menegaskan penolakannya terhadap rencana operasi militer Israel yang berpotensi berujung pendudukan wilayah Lebanon.
“Australia sangat prihatin atas meluasnya konflik di Lebanon, jatuhnya korban jiwa, dan pengungsian lebih dari satu juta warga sipil,” ujar Wong seperti dilansir dari Australian Broadcasting Corporation.
Dia menegaskan Australia mendukung penuh kedaulatan Lebanon.
Karena itu, Canberra tidak menginginkan adanya pendudukan Israel di wilayah selatan negara tersebut.
Selain itu, Wong juga mengkritik pernyataan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang menyerukan aneksasi wilayah Lebanon. Australia sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada Smotrich atas tudingan hasutan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina.
Di sisi lain, Australia tetap mengecam serangan yang dilakukan Iran dan kelompok proksinya di kawasan Timur Tengah. Termasuk langkah Teheran memblokade Selat Hormuz yang berdampak pada terganggunya pasokan minyak global.
“Iran menunjukkan kesediaannya menimbulkan tekanan ekonomi bagi rumah tangga dan dunia usaha di seluruh dunia melalui tindakan tersebut,” tegas Wong.
Dia juga mendesak agar pasokan energi global tetap mengalir, mengingat kawasan Asia-Pasifik sangat bergantung pada stabilitas distribusi energi.
Konflik di kawasan semakin memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari. Israel juga memperluas operasi militernya ke Lebanon selatan dengan alasan menghadapi kelompok Hezbollah yang didukung Iran.
Israel bahkan menyatakan akan menduduki wilayah hingga Sungai Litani. Akibat serangan tersebut, lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas di Lebanon, termasuk anak-anak dan tenaga medis. (lyn/len/JPG/r3)
Editor : Jelo Sangaji