LombokPost-- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran secara resmi mengumumkan enam tuntutan utama sebagai syarat mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia yang semakin mengkhawatirkan.
Iran menegaskan tidak akan menerima sekadar gencatan senjata sementara, melainkan menuntut jaminan permanen agar perang tidak terulang.
Berikut enam tuntutan utama yang diajukan Iran:
1. Jaminan mengikat untuk mencegah perang terulang, menolak gencatan senjata sementara.
2. Penutupan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
3. Pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang.
4. Penghentian seluruh konflik yang masih berlangsung di kawasan.
5. Pembentukan rezim hukum baru untuk mengatur Selat Hormuz.
6. Penuntutan dan ekstradisi individu yang terlibat dalam operasi media yang dianggap memusuhi Iran.
Tak hanya itu, pernyataan keras juga datang dari Jenderal Garda Revolusi Iran (IRGC) Masoud Akhtari.
Ia mengklaim bahwa pihaknya telah menghancurkan sistem radar lawan.
“Karena kami telah menghancurkan radar mereka, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu kini terjebak dalam ‘rumah jagal’ di Teluk Persia,” ujarnya dalam pernyataan yang memicu reaksi luas.
Pernyataan tersebut semakin memperkeruh situasi dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik terbuka yang lebih luas di kawasan strategis dunia, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global.
Hingga kini belum ada respons resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait tuntutan tersebut.
Namun, para pengamat menilai langkah Iran ini menjadi sinyal kuat bahwa konflik belum akan mereda dalam waktu dekat.
Editor : Kimda Farida