Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Izinkan 20 Kapal Tanker Pakistan Melintas di Selat Hormuz

Redaksi Lombok Post • Minggu, 29 Maret 2026 | 17:34 WIB

Peta Selat Hormuz
Peta Selat Hormuz
LombokPost– Pemerintah Pakistan berhasil mencapai kesepakatan krusial dengan Iran terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.

Teheran secara resmi mengizinkan 20 kapal berbendera Pakistan untuk melintasi jalur air strategis tersebut guna meredakan krisis energi yang tengah melanda Islamabad.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Muhammad Ishaq Dar, mengumumkan kesepakatan ini pada Sabtu (28/3/2026). Melalui unggahan di media sosial X, ia merinci bahwa sebanyak dua kapal akan melintasi selat setiap harinya.

Ishaq Dar menyambut baik keputusan Iran tersebut dan menilainya sebagai langkah diplomatik yang konstruktif untuk memulihkan stabilitas kawasan yang tengah berada di ambang konflik besar.

"Ia menggambarkan keputusan Iran sebagai 'pertanda perdamaian,' yang dapat membantu memulihkan stabilitas di kawasan yang berada di ambang konflik, dan memujinya sebagai 'isyarat yang disambut baik dan konstruktif'," tulis laporan mengenai pernyataan Menlu Pakistan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan posisi negaranya dalam menjaga keamanan Selat Hormuz.

Dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Araghchi menekankan bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh atau pendukung agresi terhadap Republik Islam.

Menurut Araghchi, ketidakstabilan yang terjadi di jalur navigasi internasional tersebut merupakan dampak langsung dari kebijakan militer Washington dan Tel Aviv di kawasan.

Meski demikian, Araghchi memberikan klarifikasi bahwa kapal-kapal milik negara sahabat atau negara yang tidak terlibat konflik tetap dapat melintas dengan koordinasi ketat. Ia menyatakan bahwa pelayaran kapal-kapal milik negara lain melalui Selat Hormuz akan terus berlangsung dengan koordinasi bersama otoritas Iran yang terkait.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat tajam sejak dimulainya babak baru agresi militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Insiden tersebut mengakibatkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Sebagai bentuk respons, Teheran mengambil langkah drastis dengan menutup akses Selat Hormuz bagi armada AS dan sekutunya, sembari melancarkan serangan rudal serta drone ke posisi-posisi strategis lawan di kawasan.

Kesepakatan dengan Pakistan ini menunjukkan bahwa Iran masih membuka jalur logistik bagi negara-negara tetangga di tengah blokade militer yang tengah berlangsung. Jalur Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi perdagangan energi dunia, di mana gangguan pada jalur ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global.

Editor : Redaksi Lombok Post
#pakistan #selat hormuz #Israel #Abbas Araghchi