Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (28/3/2026), IRGC mengutuk keras aksi militer yang dilakukan oleh pasukan koalisi tersebut. Serangan terbaru dilaporkan menyasar Universitas Sains dan Teknologi Teheran.
"Pasukan agresor Zionis-Amerika, dengan membom Universitas Sains dan Teknologi Teheran, sekali lagi telah menargetkan universitas-universitas Iran," tulis pernyataan resmi IRGC.
Peringatan Jarak Aman satu KilometerIRGC menegaskan bahwa seluruh fasilitas akademik Amerika dan Israel di kawasan akan tetap menjadi sasaran hingga dua universitas milik pihak lawan diserang sebagai bentuk balasan setimpal.
Guna meminimalisir korban sipil, IRGC mengeluarkan imbauan khusus bagi mereka yang berada di sekitar lembaga pendidikan Amerika di kawasan tersebut. Pihak otoritas menyarankan seluruh staf, profesor, mahasiswa, hingga penduduk sekitar untuk menjaga jarak minimal satu kilometer dari lokasi lembaga-lembaga tersebut demi keselamatan mereka sendiri.
Selain ancaman serangan, IRGC juga merinci syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Washington jika ingin menghindarkan fasilitas pendidikan mereka dari operasi balasan.
"Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan tersebut terbebas dari serangan balasan, mereka harus, paling lambat pukul 12.00 siang waktu Teheran (08.30 pagi GMT) pada hari Senin, 30 Maret, mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk pemboman universitas," tegas IRGC dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Iran menuntut jaminan agar pasukan sekutu AS menghentikan segala bentuk serangan terhadap pusat penelitian dan universitas di masa depan. "Jika tidak, ancaman tersebut tetap berlaku dan akan dilaksanakan," tambah pernyataan itu.
Serangan yang terjadi pada Sabtu tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah situs ilmiah dan fasilitas penelitian di dalam kampus Universitas Sains dan Teknologi Teheran. Sebelumnya, Universitas Teknologi Isfahan juga sempat menjadi sasaran yang mengakibatkan kerusakan pada satu bangunan.
Eskalasi ini merupakan bagian dari konflik terbuka yang bermula sejak 28 Februari 2026. Sebagai respons atas agresi awal, IRGC telah melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan ratusan rudal balistik, rudal hipersonik, serta pesawat nirawak (drone) serang terhadap target-target strategis di seluruh wilayah regional.
Hingga saat ini, situasi keamanan di sekitar pusat-pusat pendidikan internasional di Asia Barat dilaporkan dalam status siaga tinggi menantikan perkembangan lebih lanjut sebelum tenggat waktu Senin mendatang.
Editor : Redaksi Lombok Post