Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perang AS-Israel vs Iran Masuk Hari Ke-30, Ancaman Balasan ke Kampus dan Kiamat Energi Intai Dunia

Marthadi • Minggu, 29 Maret 2026 | 22:28 WIB

Seorang anggota Angkatan Udara Amerika Serikat berdiri di dekat rudal Patriot di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di al-Kharj, Arab Saudi bagian tengah. (Andrew Caballero-Reynolds/Pool melalui AP)
Seorang anggota Angkatan Udara Amerika Serikat berdiri di dekat rudal Patriot di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di al-Kharj, Arab Saudi bagian tengah. (Andrew Caballero-Reynolds/Pool melalui AP)
LombokPost – Ketegangan di Timur Tengah benar-benar berada di titik nadir setelah perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran memasuki hari ke-30 dengan eskalasi yang kian mengerikan.

Ledakan dahsyat dilaporkan mengguncang ibu kota Teheran pada Minggu pagi, merenggut nyawa warga sipil dan memicu ancaman balas dendam brutal dari Iran yang kini membidik institusi pendidikan AS dan Israel di seluruh kawasan tersebut.

Konflik yang kian meluas ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga mulai mencekik ekonomi dunia melalui krisis energi yang semakin parah.

Harga bahan bakar dan LPG dilaporkan terus melonjak tajam seiring dengan kontrol ketat Iran terhadap Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui 20 persen pasokan minyak dan gas global.

Dikutip dari laporan aljazeera.com, situasi di lapangan semakin kacau setelah kelompok Houthi dari Yaman resmi bergabung dalam peperangan dengan meluncurkan rentetan rudal balistik ke arah Israel.

Di saat yang sama, kelompok Hizbullah di Lebanon juga meningkatkan intensitas serangan ke pangkalan-pangkalan militer di wilayah utara Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.

Laporan dari Teheran menyebutkan bahwa serangan udara AS-Israel menghantam beberapa wilayah perumahan, termasuk di Saadat Abad dan bagian barat ibu kota, yang menyebabkan belasan warga luka-luka dan beberapa lainnya tewas.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan drone dan rudal untuk menghantam industri militer serta fasilitas bahan bakar di Israel, termasuk di bandara Ben Gurion.

Di tengah dentuman meriam, upaya diplomasi kini tengah diupayakan di Islamabad, Pakistan.

Menteri Luar Negeri dari Mesir, Turkiye, dan Arab Saudi dijadwalkan bertemu untuk mencari jalan keluar guna meredam perang yang mulai menyeret kekuatan regional lainnya.

Namun, harapan damai tampaknya masih jauh panggang dari api. Amerika Serikat dilaporkan telah menambah kekuatan dengan mengirimkan 3.500 tentara tambahan ke Timur Tengah.

Bahkan, Pentagon disebut-sebut tengah menyiapkan skenario operasi darat di wilayah Iran, meskipun belum dalam skala invasi penuh.

Kini, dunia hanya bisa menahan napas menunggu apakah diplomasi di Pakistan mampu menghentikan langkah menuju perang dunia ketiga.

Editor : Marthadi
#perang as israel iran #serangan Teheran #konflik timur tengah #Krisis energi global #Serangan Universitas