LombokPost - Di sebelah makam ayah, di pemakaman yang terletak sekitar 500 meter dari kediaman tempatnya dibesarkan, di situlah Sertu Muhammad Nur Ichwan bakal diistirahatkan. Rabu (1/4), makam untuk personel Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) itu telah disiapkan warga Dusun/Desa Deyangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
“Lokasi pemakaman merupakan tempat pemakaman desa,” kata Kadus Deyangan Slamet Taufik kepada Radar Magelang Grup Jawa Pos Rabu (1/4).
Nur Ichwan satu dari tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL yang gugur. Dia meninggal setelah kendaraan dinas yang dikendarai meledak di Lebanon Selatan pada Senin (30/3) lalu.
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Tugas Perdamaian di Lebanon, Pemerintah Kecam Keras Serangan Israel
Dua prajurit lainnya Praka Farizal Rhomadhon yang gugur pada Minggu (29/3) setelah terkena proyektil. Sedangkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar meninggal berbarengan dengan Nur Ichwan.
Jenazah ketiganya masih berada di Lebanon. Dua insiden terpisah itu juga melukai lima prajurit TNI lainnya. "Kami masih menunggu kabar pemulangan jenazah. Adik saya ini sudah setahun dinas di Lebanon, bulan depan itu tugasnya selesai," kata Rusman Efendi, salah seorang kerabat Zulmi, kepada Radar Bandung di rumah duka di Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4).
Zulmi meninggalkan seorang istri dan dua orang anak berusia 5 tahun dan 1 tahun. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: RI Desak DK PBB Rapat Darurat, Dua Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
Keluarga terakhir berkomunikasi dengan Zulmi sehari sebelum kejadian.
"Rutin komunikasi, hampir setiap hari. Bahkan sempat kirim foto terakhir itu ya sebelum kejadian," kata Rusman.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melayat ke rumah duka di Jalan Cikendal Nomor 40, Kampung Cikendal RT 01 RW 04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pukul 12.40 WIB Rabu (1/4).
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur saat Bertugas di Lebanon
"Kami hadir untuk turut berdukacita yang mendalam, mereka adalah prajurit-prajurit terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian," katanya.
Israel Tuding Hizbullah
Sementara itu, Israel membantah tudingan sebagai dalang penyerangan di pos UNIFIL di Lebanon Selatan yang mengakibatkan tiga prajurit asal Indonesia gugur. Perwakilan Permanen Israel untuk PBB Danny Danon menuding kelompok Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan UNIFIL.
Klaim itu disampaikan dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Lebanon pada Selasa (31/3) waktu New York, Amerika Serikat. Sidang darurat itu diselenggarakan atas desakan Indonesia bersama Prancis.
Meski menyampaikan ucapan belasungkawa, sejak awal Danon sudah dalam posisi defensif. Dia menyebut, pasukan UNIFIL terkena alat peledak Hizbullah di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan, pada Senin (30/3). Selain itu, penembakan terhadap posisi UNIFIL di dekat Adchit al-Qusayr, juga di Lebanon Selatan sehari sebelumnya, juga disebut Danon dilakukan Hizbullah.
“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) tidak melepaskan tembakan di sekitar lokasi tersebut. Situasinya sangat kompleks. Keadaan berubah dengan sangat cepat dan berbahaya,” ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Pemerintah Indonesia, melalui Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Umar Hadi, menekankan, tidak ingin mendengar alasan-alasan dari Israel. “Kami menuntut penyelidikan oleh PBB, bukan alasan dari Israel. Kami menuntut agar Dewan Keamanan terus mengawal perkembangan penyelidikan dan segera menindaklanjuti hasilnya,” ujarnya. (rfk/kro/mia/lyn/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi