Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trump Ejek PM Inggris di Gedung Putih, Hubungan Memanas

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 3 April 2026 | 22:39 WIB

 

Donald Trump dan Keir Starmer
Donald Trump dan Keir Starmer (The Guardian)

 

LombokPost - Hubungan Amerika Serikat dan Inggris kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik terbuka kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, bahkan mengejeknya dalam sebuah acara di Gedung Putih.

 

Dalam rekaman yang beredar, Trump menirukan gaya bicara Starmer saat membahas kemungkinan pengiriman kapal induk Inggris ke Timur Tengah.

“‘Saya harus tanya tim saya dulu,’” ujar Trump menirukan.

“Anda perdana menteri, Anda tidak perlu,” lanjutnya.

 

Trump juga menyindir kekuatan militer Inggris dengan menyebut kapal induknya sebagai “tua dan rusak”.

 

Baca Juga: Bom Jatuh Setiap Malam, Tapi Tak Semua Warga Iran Pergi


Ia menambahkan bahwa Inggris seharusnya menjadi sekutu utama Amerika Serikat.

“Inggris seharusnya menjadi yang terbaik bagi kami, tapi mereka tidak,” katanya.

 

Namun sumber di Whitehall membantah klaim tersebut. Mereka menyebut Trump tidak pernah secara resmi meminta Inggris mengirim kapal induk, dan London juga tidak pernah menawarkan pengerahan tersebut.

 

Pernyataan Trump ini menjadi salah satu titik terendah dalam hubungan kedua negara di tengah konflik Iran yang terus memanas.

 

Selain Starmer, Trump juga menyindir Presiden Prancis Emmanuel Macron, dengan komentar personal yang memicu kontroversi.

 

Di sisi lain, Starmer memilih tidak membalas secara langsung. Ia menegaskan tetap fokus pada kepentingan nasional Inggris.

qBaca Juga: Dua Menit Terkini, Konflik Iran-AS-Israel: Rudal Dicegat di Kuwait hingga Gejolak Internal AS


“Saya akan tetap fokus pada apa yang terbaik bagi negara ini,” katanya.

 

Ia juga mengakui adanya tekanan politik dari luar negeri.

“Saya memahami bahwa banyak pernyataan ditujukan untuk memberi tekanan,” ujarnya.

“Namun saya tidak akan goyah.”

 

Ketegangan ini terjadi di tengah perbedaan sikap terkait perang Iran. Inggris memilih pendekatan lebih hati-hati, termasuk tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk serangan awal.

 

Perbedaan ini memperlihatkan retakan dalam aliansi Barat, yang sebelumnya dikenal solid dalam isu-isu keamanan global.

 

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Satpol PP NTB Kawal Aksi Massa AKSARA di Kejati


Di tengah konflik yang terus berkembang, pernyataan publik seperti ini tidak hanya mencerminkan ketegangan diplomatik—tetapi juga berpotensi memperlemah koordinasi strategis antar sekutu utama dunia Barat.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#barat #Aliansi #inggris #nato #trump