LombokPost - Di kolom komentar CNN.com ada yang menulis, Amerika Serikat (AS) menyerang Iran dengan tujuan mengganti rezim, eh malah mereka sendiri yang berganti rezim. Sindiran tajam tersebut ditujukan kepada “perang internal” di Departemen Perang Negeri Paman Sam itu.
Seperti dilansir CNN.com, Menteri Perang (dulu disebut menteri pertahanan, red) Pete Hegseth secara mendadak memecat Kepala Staf Angkatan Darat Randy George. Jenderal Christopher LaNeve yang dikenal sebagai orang dekat Hegseth ditunjuk sebagai pelaksana tugas.
Ikut diberhentikan pula dua jenderal Angkatan Darat lainnya: Komandan Transformasi dan Pelatihan Jenderal David Hodne serta Kepala Staf Perwakilan Komunitas Mayor Jenderal William Greene Jr. Pemecatan yang diumumkan Kamis (2/4) itu hanya berselang sehari setelah Pidato Kenegaraan Presiden Donald Trump. Dalam pidatonya, Trump menyebut kalau dia akan mengintensifkan serangan ke Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari, termasuk lewat serangan darat. Padahal sebelumnya dia berkoar kalau perang akan berakhir dalam tiga-empat pekan.
Baca Juga: Trump Ejek PM Inggris di Gedung Putih, Hubungan Memanas
“Jenderal Randy George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 dan mulai berlaku segera,” kata Juru Bicara Utama Pentagon Sean Parnell seperti dilansir dari Northern News Now.
George telah memegang jabatan kepala staf Angkatan Darat sejak Agustus 2023. Biasanya jabatan ini berlangsung selama empat tahun.
Ini bukan pemecatan pertama yang dilakukan Hegseth sejak menjabat tahun lalu. Seperti biasa Pentagon tidak menjelaskan alasan pemecatan jenderal atau laksamana tingginya.
Baca Juga: Dari Nuklir ke Kehancuran, Strategi Trump Dinilai Ngawur!
George berhasil melewati gelombang pemecatan awal di bawah pemerintahan Trump pada Februari 2025. Ketika itu Hegseth memecat para pemimpin militer terkemuka, termasuk Laksamana Lisa Franchetti dan Jenderal Jim Slife. Keduanya pejabat tinggi di Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Trump juga memecat Jenderal Charles “CQ” Brown Jr sebagai ketua Kepala Staf Gabungan. Sejak itu, lebih dari selusin jenderal dan laksamana militer berpangkat tinggi lainnya telah pensiun dini atau dicopot dari jabatannya.
Khusus terkait George, para pejabat militer menyebut, konflik muncul dari keluhan lama Hegseth terhadap Angkatan Darat. Dikutip dari NDTV, hal ini terutama terkait keputusan personel dan hubungan kerja di level pimpinan.
Baca Juga: Jembatan Raksasa Iran Runtuh, Trump: Ini Baru Awal
Apalagi George diketahui memiliki hubungan kerja yang erat dengan Menteri Angkatan Darat AS Daniel P. Driscoll selama setahun terakhir. Relasi yang solid antara George dan Driscoll dinilai tidak sejalan dengan preferensi politik dan manajerial sang menteri perang.
Sebelumnya pada September lalu, dikutip dari CNN, hanya beberapa hari setelah menjabat, Driscoll sudah memicu kemarahan Hegseth karena dia mengusulkan agar Presiden Donald Trump dan Wapres J.D. Vance diundang ke Pentagon untuk meningkatkan moral pasukan.
Ide itu bahkan mendapat respons positif dari Trump. Namun, langkah tersebut justru dianggap sebagai insubordinasi oleh Hegseth. Dia menilai Driscoll telah melangkahi rantai komando dengan menghubungi Gedung Putih secara langsung.
Sejumlah pejabat menilai sikap Hegseth terhadap Driscoll bukan kasus tunggal. Mereka menyebut ada kecenderungan lebih luas untuk menyingkirkan siapa pun yang dianggap mengancam posisinya di mata Trump. Bahkan seorang sumber menyebut posisi Driscoll bisa menjadi faktor sensitif.
“Jika Driscoll mulai terlalu menonjol, atau terlalu diistimewakan, secara politis akan jauh lebih mudah untuk membiarkan dia pergi,” ujar sebuah sumber di kalangan militer AS.
Tanpa Alasan Spesifik
Di sisi lain Trump juga resmi memecat Jaksa Agung Pam Bondi di tengah meningkatnya tekanan internal. Keputusan itu diumumkan Trump melalui akun Truth Social miliknya tanpa menyebut alasan spesifik. Posisi Bondi untuk sementara akan digantikan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebagai pelaksana tugas.
Dalam pernyataannya Trump justru memuji kinerja Bondi selama menjabat.
“Pam Bondi adalah patriot Amerika yang hebat dan teman setia, yang telah melayani dengan setia sebagai Jaksa Agung saya selama setahun terakhir,” tulis Trump seperti dilansir dari CNN.
Meski demikian, di balik pujian tersebut sejumlah sumber menyebut kalau Trump sebenarnya tidak puas. Dia dikabarkan kecewa atas penanganan kasus Jeffrey Epstein serta minimnya langkah hukum terhadap lawan politiknya.
Bahkan sebelum pemecatan Trump disebut telah berbicara langsung dengan Bondi. Karena Bondi bersikap keras, Trump yang namanya tersebut dalam banyak dokumen terkait Epstein, si pelaku kejahatan seksual kepada anak, mengancam akan memecatnya.
Bentuk Penghormatan
Sementara itu tiga jenazah prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akhirnya dipulangkan. Diperkirakan jenazah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu M. Nur Ichwan yang gugur di Lebanon tiba di Jakarta hari ini (4/4).
Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia ini telah dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, pada Kamis (2/4). Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Dalam suasana penuh keprihatinan ini pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar,” tulis Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam keterangan resminya Jumat (3/4). (lyn/mia/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi