Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trump Dikecam Keras, Gegara Sumpah Serapahnya di Medsos

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 5 April 2026 | 23:04 WIB
Chuck Schumer (Chip Somodevilla / Getty)
Chuck Schumer (Chip Somodevilla / Getty)

 

LombokPost - Kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump datang dari dalam negeri. Pimpinan Mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengecam pernyataan Trump di Truth Social yang dinilai berbahaya dan berpotensi melanggar hukum internasional.

 

“Selamat Paskah, Amerika. Saat Anda pergi ke gereja dan merayakannya bersama teman dan keluarga, Presiden Amerika Serikat sedang mengamuk seperti orang yang tidak terkendali di media sosial,” tulis Schumer.

 

Ia menilai ancaman Trump terhadap Iran telah melewati batas.

 

“Dia mengancam kemungkinan kejahatan perang dan menjauhkan sekutu. Inilah dirinya, tetapi ini bukan jati diri kita. Negara ini pantas mendapatkan yang jauh lebih baik,” lanjutnya.

 

Pernyataan ini muncul setelah Trump secara terbuka mengancam akan menyerang infrastruktur sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan—yang oleh banyak pakar hukum dinilai berpotensi melanggar prinsip hukum humaniter internasional. Trump juga menulis kata-kata sumpah serapah karena Iran tak kunjung membuka selat hormuz.

Baca Juga: Rangkuman Perang Iran vs Amerika-Israel Hari Ini

Di sisi lain, pemimpin Minoritas DPR AS, Hakeem Jeffries, mengambil nada berbeda dengan menyoroti keberhasilan militer Amerika dalam operasi penyelamatan pilot.

 

“Bersyukur bahwa perwira Angkatan Udara kedua yang jet tempurnya ditembak jatuh di Iran telah diselamatkan secara heroik oleh Operasi Khusus AS. Ini adalah berkah di Minggu Paskah. Semoga Tuhan terus melindungi pasukan kita,” ujar Jeffries.

 

Dua respons ini mencerminkan perpecahan politik di Washington: di satu sisi, kritik terhadap retorika agresif Trump yang dinilai berisiko memperluas konflik; di sisi lain, dukungan terhadap operasi militer yang dianggap berhasil menyelamatkan personel Amerika.

 

Di tengah eskalasi perang, dinamika politik domestik AS kini menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri Washington ke depan.

 

“Negara ini pantas mendapatkan yang jauh lebih baik,” tutup Schumer.

 

Baca Juga: Sumpah Serapah Trump ke Iran, Emosi Hormuz Belum Dibuka Juga

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#amerika #iran #trump