Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gencatan Senjata AS-Iran Retak, Israel Sebut Lebanon Tidak Masuk Kesepakatan

Akbar Sirinawa • Kamis, 9 April 2026 | 08:33 WIB
Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif. (Al-Jazeera).
Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif. (Al-Jazeera).

 

LombokPost-Pernyataan berbeda para pemimpin dunia kembali menyoroti rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut kesepakatan itu mencakup seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah Israel. Pemerintah Israel menegaskan operasi militernya di Lebanon tetap berjalan. Hal itu sebelumnya disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sharif mengatakan kesepakatan gencatan senjata dicapai melalui mediasi intensif pemerintah Pakistan.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama sekutu mereka, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana saja, termasuk Lebanon,” tulisnya di platform X.

Baca Juga: Baru Damai Sebentar, Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran usai Serangan Israel ke Lebanon

Ia juga menyebut perundingan lanjutan akan digelar di Islamabad pada Jumat.
“Kami berharap pembicaraan di Islamabad berhasil mencapai perdamaian berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pakistan berperan sebagai penghubung komunikasi antara Washington dan Teheran.

Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan sikap Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran tidak mencakup Lebanon.
“Gencatan senjata dua minggu ini tidak mencakup Lebanon,” demikian pernyataan resmi pemerintah Israel.

Baca Juga: Israel Gempur 100 Target di Lebanon, Kesepakatan Gencatan Senjata Terancam Runtuh

Artinya, operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon tetap berlanjut, meski ada jeda konflik antara Washington dan Teheran.

Sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata diumumkan satu jam sebelum tenggat ultimatum Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan Iran berakhir. Langkah ini membuka peluang diplomasi, namun implementasinya masih menghadapi tantangan.

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari, saat serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, berkembang menjadi perang multi-front. Konflik ini melibatkan berbagai negara dan kelompok di kawasan.

Lebanon ikut terseret setelah Hezbollah melancarkan serangan ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Sejak itu, Israel melancarkan serangan udara hingga operasi darat di wilayah selatan Lebanon, termasuk menargetkan ibu kota.

Perbedaan klaim terkait cakupan gencatan senjata kini menempatkan Lebanon sebagai salah satu titik paling rawan dalam konflik tersebut.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#gencatan senjata AS-Iran #perdana menteri pakistan #gencatan senjata amerika serikat dan iran #pakistan #lebanon