Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AS Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Meledak, Indonesia Siap-Siap Kena Imbasnya

Marthadi • Selasa, 14 April 2026 | 13:56 WIB
Sebuah kapal perang terlihat berlayar di Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dan gas dunia.
Sebuah kapal perang terlihat berlayar di Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dan gas dunia.

LombokPost – Dunia resmi berada di ambang krisis energi besar-besaran setelah militer Amerika Serikat (AS) secara drastis memulai blokade total terhadap seluruh pelabuhan Iran di Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026) pukul 10.00 waktu setempat. Langkah "nekat" Presiden Donald Trump ini langsung memicu ledakan harga minyak mentah dunia hingga menembus level psikologis 100 dollar AS per barel, memicu kepanikan pasar global yang kini membayangi ekonomi Indonesia.

Keputusan drastis Washington ini diambil menyusul kegagalan total perundingan damai yang berlangsung alot selama akhir pekan di Islamabad, Pakistan. Trump menegaskan bahwa blokade oleh Angkatan Laut AS—yang disebutnya sebagai yang terbaik di dunia—bertujuan untuk memutus akses Iran terhadap senjata nuklir dan memaksa Teheran kembali ke meja perundingan. "Siapa pun warga Iran yang menembak kami, atau kapal damai, akan diledakkan!" tegas Trump dengan nada mengancam.

Harga Minyak "Kebakaran", Pasokan Energi Terancam

Reaksi pasar sangat instan dan mengerikan. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga 7,4 persen menjadi 102,23 dollar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meroket 7,6 persen ke level 103,88 dollar AS. Bahkan, di beberapa titik perdagangan, harga minyak dilaporkan sempat menyentuh angka 126 dollar AS per barel, sebuah gangguan pasokan energi terbesar sejak krisis tahun 1970-an.

Baca Juga: Konser LANY Jakarta Ditambah Jadi 2 Hari, Tiket Mulai Rp 800 Ribuan Langsung Diserbu, Cek Jadwal War Hari Ini!

Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi vital yang melayani seperempat kebutuhan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Blokade ini membuat sekitar 150 kapal tanker kini tertahan di luar selat untuk menghindari risiko keamanan. Analis memperingatkan bahwa jika jalur ini terus tertutup, resesi global akibat lonjakan biaya energi yang tidak terkendali berada di depan mata.

Iran Melawan: "Ini Perompakan!"

Teheran tidak tinggal diam. Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran menyebut tindakan AS sebagai bentuk ilegal yang setara dengan "pembajakan". Iran mengancam akan membalas dengan menyerang seluruh pelabuhan negara tetangga di kawasan Teluk jika kepentingan mereka diganggu. "Keamanan adalah untuk semua orang, atau tidak sama sekali," tegas pihak militer Iran.

Bahkan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah berhasil menghalau dua kapal perusak AS, USS Michael Murphy dan USS Frank E. Peterson, yang mencoba merangsek masuk ke jalur perairan strategis tersebut. Mereka memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak secara keras.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jemaah Haji Mataram Kloter 5 Masuk Asrama 26 April 2026

Indonesia Mulai Tergencet

Dampak blokade ini sudah mulai menjalar ke tanah air. Nilai tukar Rupiah dilaporkan melemah ke level Rp 17.105 per dolar AS seiring meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Bank Indonesia (BI) melalui Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti mengungkapkan bahwa konflik ini memberikan tiga guncangan utama bagi RI: jalur finansial, lonjakan harga komoditas energi, serta gangguan rantai pasok perdagangan dan produksi.

Selain itu, lonjakan harga minyak dunia ini diperkirakan akan menekan APBN 2026, terutama terkait beban subsidi BBM dan kurs yang kian tidak menentu. Dunia kini menanti apakah diplomasi masih memiliki ruang, ataukah Selat Hormuz akan benar-benar menjadi titik awal perang terbuka yang melumpuhkan ekonomi global.

Editor : Marthadi
#Perang Iran AS #Blokade AS #selat hormuz #Krisis energi global #harga minyak dunia