LombokPost - SUDAH dua supertanker Iran lolos dari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia.
Mengutip TankersTrackers.com, setelah Huge pada Minggu (3/5), menyusul kemudian Derya (4/5).
Seperti halnya Huge yang membawa 1,9 juta barel minyak mentah, Derya yang mengangkut 1,8 juta barel produk yang sama juga dilaporkan melayari Selat Lombok.
Baca Juga: Kapal AS Dekati Selat Hormuz, Iran Lepas Tembakan Peringatan
Keduanya dilaporkan menuju Kepulauan Riau (Kepri).
Kedua kapal itu milik National Iranian Tanker Company. Huge dikabarkan berdestinasi akhir ke kawasan Timur Jauh.
Sedangkan Derya akan menjadikan salah satu pulau di Kepulauan Riau sebagai titik rendezvous atau titik pertemuan dengan calon pembeli.
Baca Juga: AS Bersiap Bebaskan Kapal di Selat Hormuz, Rencana Trump Berpotensi Picu Eskalasi Baru
Derya sebelumnya direncanakan mengangkut sekitar 1,88 juta barel minyak ke India pada pertengahan April, namun pengiriman itu tidak terealisasi.
Tankers Trackers mencatat, sepanjang April, 25 kapal Iran telah melewati blokade AS. Tujuh di antaranya dihalau Angkatan Laut AS balik ke perairan Iran.
Sedangkan dua kapal disita armada Negeri Paman Sam. Sisanya berhasil mencapai destinasi atau titik rendezvous.
Baca Juga: Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz, AS Ngotot Bahas Nuklir
Dari Jakarta, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa kapal asing yang berada di perairan Indonesia telah tercatat.
“Aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim,” katanya dalam pernyataan tertulis Selasa (5/5).
Menurutnya, pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus lakukan koordinasi internal. Dan, memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional.
Terkait supertanker Iran yang melewati Selat Lombok, Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke Fredrik Salmon Samola mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi itu dari media sosial.
"Saya dapat informasi itu sejak dua hari lalu. Tetapi, setelah dicek di lapangan tidak ada laporan mengenai adanya kapal itu melintas di Selat Lombok," kata Boyke.
Menurut dia, tim di lapangan tidak ada memonitor adanya kapal tersebut melintas. "Tidak ada memonitor," tegasnya.
Boyke mengatakan, untuk pengawasan di laut lepas, Ditpolairud Polda NTB melakukan pengawasan di daerah 12 mil laut. "Kalau yang di laut lepas mungkin masuk dalam radar TNI AL," tandasnya. (lyn/ttg/JPG/arl/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online