LombokPost – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel terkait ancaman aksi militer terhadap negaranya. Araghchi menegaskan bahwa upaya konfrontasi di masa lalu telah terbukti gagal dan memperingatkan bahwa langkah serupa di masa depan hanya akan membuahkan hasil yang sama.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi di sela-sela pertemuan menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS di New Delhi, Kamis (14/5/2026). Diplomat senior tersebut menekankan bahwa Teheran tidak akan goyah oleh retorika perang yang terus dilontarkan oleh pejabat Washington maupun Tel Aviv.
"Kami sudah terbiasa dengan ancaman-ancaman ini," kata Araghchi. "Mereka telah lama mengulangi ancaman mereka dalam berbagai bentuk dan cara. Tetapi mereka sendiri juga tahu bahwa mereka tidak mencapai apa pun, dan tidak akan mencapai apa pun, melalui ancaman-ancaman ini atau bahkan melalui perang yang mereka lancarkan," tambahnya.
Baca Juga: Menlu Abbas Araghchi Tegaskan Iran Tolak Gencatan Senjata, Tuntut Pengakhiran Perang Permanen
Dalam pidatonya di KTT BRICS, Araghchi kembali menggarisbawahi posisi Iran bahwa tekanan militer bukan merupakan solusi untuk menyelesaikan perselisihan diplomatik. Menurutnya, sejarah telah membuktikan ketahanan Iran dalam menghadapi tekanan luar.
“Hari ini, dalam pidato saya di BRICS, saya sekali lagi menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah yang menyangkut Iran,” tuturnya. “Iran berdiri teguh menghadapi ancaman dan tidak akan tunduk. Mereka telah melihat dan mengalaminya sendiri; mereka melancarkan perang 40 hari melawan kita dan melihat hasilnya. Iran menolak tekanan.”
Pernyataan ini merujuk pada eskalasi konflik yang terjadi sejak 28 Februari hingga 7 April lalu, di mana serangan terhadap Republik Islam dibalas dengan operasi pembalasan yang diklaim berhasil oleh pihak Teheran.
Baca Juga: Kapal Perang AS Bersiap Kawal Tanker di Selat Hormuz, Setelah Proposal Damai Ditolak Iran
Menlu Iran menegaskan bahwa perubahan sikap dari pihak musuh sangat diperlukan jika ingin mencapai stabilitas. Ia menyatakan bahwa Iran selalu siap merespons setiap pendekatan yang didasari oleh rasa hormat, namun akan tetap teguh melawan intimidasi.
“Pada saat yang sama, mereka yang berbicara kepada Iran dengan bahasa yang penuh hormat akan menerima hal yang sama sebagai balasannya,” katanya. “Oleh karena itu, solusinya bukan terletak pada ancaman. Semakin mereka mengancam, semakin mereka tidak akan mencapai apa pun selain kegagalan. Jika mereka ingin menguji kita sekali lagi dan memulai perang, mereka tidak akan mendapatkan hasil selain apa yang telah mereka capai di masa lalu.”
Araghchi menutup pernyataannya dengan harapan agar pihak-pihak terkait beralih dari retorika perang menuju logika diplomatik yang lebih masuk akal.
"Saya harap mereka meninggalkan retorika ini dan beralih ke logika, meskipun kecil kemungkinan mereka akan beralih pada akal sehat. Tetapi mereka harus tahu bahwa solusi untuk berbagai masalah harus dicari di tempat lain selain medan perang, karena mereka tidak akan mencapai hasil apa pun melalui jalan itu," pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post