LombokPost— Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, kembali melakukan kunjungan dinas ke Teheran, Iran, pada Rabu (20/5/2026). Langkah diplomasi ini menandai kunjungan kedua Naqvi ke ibu kota Iran tersebut dalam kurun waktu kurang dari sepekan terakhir.
Kedatangan Naqvi ke Teheran kali ini ditujukan untuk mengadakan pembicaraan lanjutan yang intensif dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Iran terkait eskalasi situasi di kawasan.
Pada pekan sebelumnya, Naqvi telah melakukan kunjungan resmi tingkat tinggi ke Teheran. Dalam rangkaian agenda tersebut, ia terlibat dalam serangkaian pertemuan strategis dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, serta Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Mo’meni.
Baca Juga: IRGC Peringatkan Agresi Baru terhadap Iran Bakal Memperluas Perang ke Luar Kawasan
Fokus utama dari kunjungan beruntun tersebut meliputiasan kerja sama ekonomi dan ilmiah bilateral, peningkatan stabilitas regional melalui persatuan Islam, serta penegasan peran berkelanjutan Pakistan sebagai mediator dalam proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Konsultasi diplomatik tingkat tinggi ini berjalan di tengah ketegangan yang meningkat, menyusul latar belakang aksi militer baru-baru ini oleh pihak Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran.
Dalam kesempatan tersebut, para pejabat Iran kembali menekankan komitmen mereka bahwa keamanan pertahanan regional hanya dapat dicapai secara absolut melalui penarikan kekuatan eksternal, serta penguatan hubungan bilateral antara negara-negara Islam yang bertetangga.
Oleh karena itu, peran geopolitik Pakistan dinilai sangat krusial oleh pemerintah Iran. Pihak Teheran secara terbuka mengakui dan mengapresiasi "upaya tulus dan berkomitmen" dari pihak Islamabad untuk mengurangi tensi konflik dan memfasilitasi ruang dialog multilateral.
Editor : Redaksi Lombok Post