Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serangkaian Ulah Nasire Best di Gedung Putih, Tewas Ditembak Secret Service

Redaksi • Senin, 25 Mei 2026 | 14:22 WIB
Nasire Best ditembak mati saat hendak menyerang Gedung Putih. (Foto/X/@StevenJLatham1)
Nasire Best ditembak mati saat hendak menyerang Gedung Putih. (Foto/X/@StevenJLatham1)

LombokPost - Emma Nicholson sedang bersiap melakukan pengambilan gambar untuk “CBS Weekend News” ketika rentetan tembakan itu terdengar. Di saat yang sama, juga di White House North Lawn, Washington DC, Amerika Serikat (AS), Selena Wang tengah merekam video sosial menggunakan ponselnya.

“Kami seketika merunduk. Secret Service (satuan pengamanan presiden Amerika Serikat/AS, red) kemudian menginstruksikan masuk ruang pers dan tetap meminta kami merunduk,” kata associate producer CBS News yang bertugas di Gedung Putih Emma Nicholson.

Wang, reporter ABC News di Gedung Putih, juga mengaku, mendengar belasan tembakan. “Kami masih bersembunyi di ruang pers sekarang ini,” kata Wang dalam video pendek yang dikirim ke media tempatnya bekerja.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Penembak Serang Area Gedung Putih, Warga Sipil Jadi Korban Tembakan

Adalah Nasire Best, pria 21 tahun asal Dundalk, Maryland, AS, yang melepaskan sejumlah tembakan ke pos pengamanan Secret Service pada Sabtu sore selepas pukul 18.00 waktu setempat. Para personel Secret Service membalas serangan itu.

Best yang berada di sebelah kompleks Gedung Putih, dekat sebuah kedai Starbucks, tertembak dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Lockdown kompleks bangunan yang beralamat di 1600 Pennsylvania Avenue, Washington DC, itu dinyatakan berakhir pukul 18.45.

Baca Juga: Kapal AS Dekati Selat Hormuz, Iran Lepas Tembakan Peringatan

Tahun lalu, Best juga berulah di Gedung Putih saat berusaha masuk tanpa izin. Penyerangan tersebut juga berselang hampir satu bulan dari penyerangan saat Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih pada 27 April lalu.

Pelakunya, Cole Alen, ditangkap dan didakwa melakukan upaya pembunuhan Presiden Donald Trump.

Dalam upaya Secret Service melumpuhkan penyerang tersebut, seorang warga sipil terkena tembakan. Sampai berita ini selesai ditulis Ahad (24/5) pukul 17.00 WIB, belum disebutkan bagaimana kondisi warga sipil tersebut.

Baca Juga: Tembakan Maut Nikola Jokic Bikin Phoenix Suns Menangis di Kandang Sendiri

“Pria bersenjata itu mengambil revolver dari dalam tasnya dan mulai menembak,” tulis Secret Service dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari USA Today.

Gangguan Mental

Pada 10 Juli 2025, Best berupaya masuk tanpa izin ke Gedung Putih melalui 1699 State Place NW, salah satu titik masuk kantor sekaligus rumah dinas presiden AS tersebut. Saat itu, sekitar pukul 17.30, dia masuk ke dalam area terlarang dari sebuah pintu putar yang terdapat tulisan “Do Not Enter Exit Only”.

Berdasarkan dokumen tertulis persidangan, Best mengaku, sebagai Yesus Kristus dan ingin ditangkap. Dalam persidangan yang berlangsung sehari setelah kejadian, hakim memerintahkan Best untuk “menjauh” dari Gedung Putih.

Secret Service diketahui sudah mengenali Best sebelumnya karena dia beberapa kali berusaha masuk Gedung Putih secara ilegal. Pada 11 Juni, misalnya, Best juga diamankan paksa karena menghalangi kendaraan yang hendak masuk Gedung Putih. Atas perbuatannya pada 10 Juli tahun lalu itu, pria 21 tahun tersebut akhirnya divonis menjalani perawatan mental di sebuah klinik.

Tak ada petugas Secret Service yang terluka. Presiden Donald Trump juga dipastikan sedang berada di Gedung Putih saat kejadian berlangsung. Beberapa jam sebelumnya, Trump juga mengunggah lewat akun Truth Social miliknya bahwa dia tengah sibuk merumuskan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran. (idr/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Secret Service #Amerika Serikat #gedung putih #tembakan #Donald Trump