Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Kembali Serang Israel dengan Rudal, Ancam Serangan Lebih Mematikan

Redaksi Lombok Post • Senin, 8 Juni 2026 | 14:32 WIB
Kantong pembuat komponen vital untuk rudal Iran di Shiraz diserang Israel.
Kantong pembuat komponen vital untuk rudal Iran di Shiraz diserang Israel.

LombokPost– Ketegangan di Timur Tengah kembali eskalasi. Angkatan bersenjata Iran dilaporkan meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel pada hari Minggu waktu setempat. Langkah ini diambil Teheran sebagai respons atas serangan Israel yang dinilai terus-menerus menargetkan Lebanon dan melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Melansir laporan media lokal Israel, sirine peringatan bahaya udara langsung meraung di berbagai wilayah luas, termasuk Dataran Tinggi Golan, Tiberias, Safed, Nazareth, hingga kota pelabuhan Haifa.

Merespons situasi darurat ini, militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka kini dalam status siaga tinggi. Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Israel langsung mengumumkan penutupan seluruh sekolah dan pusat kegiatan edukasi demi keselamatan warga.

Pihak Iran menegaskan bahwa operasi militer ini merupakan jawaban langsung terhadap agresi berkelanjutan yang dilakukan Israel di Lebanon. Teheran menyoroti adanya penggunaan bom fosfor yang dilarang oleh hukum internasional, serta penargetan kawasan pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai Dahiyeh.

Baca Juga: Takut Merusak Negosiasi dengan Teheran, Trump Cegah Israel Serang Balik Iran

Segera setelah operasi pembalasan tersebut rampung, Markas Besar Khatam al-Anbiya selaku komando pusat angkatan bersenjata Iran, mengeluarkan peringatan keras akan adanya "pukulan yang lebih mematikan dan penuh penyesalan" jika serangan Israel terhadap Lebanon tetap berlanjut.

Dalam pernyataan resminya, komando militer pusat Iran mengecam tindakan Israel yang dianggap secara sistematis melanggar gencatan senjata dan meningkatkan agresinya terhadap rakyat Lebanon. Mereka juga mengkritik dukungan langsung dari Amerika Serikat serta sikap diam dari komunitas internasional.

Pernyataan militer Iran juga menekankan bahwa penggunaan senjata terlarang di Lebanon selatan telah masuk dalam kategori kejahatan perang terhadap warga sipil.

"Dengan lampu hijau dan dukungan dari Amerika yang kriminal dan kebungkaman badan-badan internasional, rezim Zionis yang agresif semakin meningkatkan kekejamannya terhadap rakyat Lebanon yang tertindas melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya menambahkan, meskipun pihaknya telah berulang kali memberikan peringatan, Israel dinilai telah melampaui batas toleransi dengan memperluas radius serangan hingga ke jantung kota Beirut.

"rezim Zionis pembunuh anak-anak" kini telah "melanggar semua garis merah" dengan memperluas serangannya dari Lebanon selatan ke pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh.

Baca Juga: AS Tembak Drone Iran, PM Pakistan Surati Mojtaba Khamenei

Ultimatum Serangan Balasan yang Menghancurkan

Sebelum meluncurkan rudal-rudal tersebut, Angkatan Bersenjata Iran mengklaim telah memberikan sinyal bahwa perluasan konflik ke wilayah Dahiyeh akan memicu serangan balasan langsung ke dalam wilayah Israel.

“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika kejahatan meluas di Dahiyeh, Beirut, kami akan menyerang target di wilayah pendudukan,” tulis komando militer tertinggi Iran dalam pernyataan resminya.

Sebagai penutup, komando militer tertinggi Iran mengeluarkan ultimatum tegas yang menuntut agar militer Israel segera menghentikan seluruh aktivitas serangan di Lebanon selatan maupun Dahiyeh. Iran mengancam, setiap respons militer atau serangan balasan dari Israel atas aksi hari Minggu ini akan dihadapi dengan kekuatan yang jauh lebih merusak.

“Jika mereka memperluas serangan ke wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, mereka akan menghadapi pukulan yang lebih menghancurkan dan penuh penyesalan, dan serangan dahsyat terhadap rezim dan para pendukungnya akan dimulai,” tambah pernyataan itu.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #hormuz #iran #perang