Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serangan Pakistan di Afghanistan Tewaskan 36 Warga Sipil

Redaksi • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:47 WIB
Tentara paramiliter dan petugas polisi berjaga-jaga di jalan yang ditutup dekat lokasi serangan kelompok tempur di markas provinsi paramiliter Pakistan Rangers di Karachi, Pakistan, pada 28 Juni 2026. (Ali Raza/AP).
Tentara paramiliter dan petugas polisi berjaga-jaga di jalan yang ditutup dekat lokasi serangan kelompok tempur di markas provinsi paramiliter Pakistan Rangers di Karachi, Pakistan, pada 28 Juni 2026. (Ali Raza/AP).

LombokPost - Serangan udara Pakistan di tiga provinsi timur Afghanistan menewaskan sedikitnya 36 warga sipil dan melukai 163 orang.

Pemerintah Taliban mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi, sementara ketegangan di perbatasan kedua negara kembali memanas.

Wakil juru bicara pemerintah Taliban menyebut korban jiwa dan luka berasal dari serangan yang berlangsung pada Minggu malam.

Baca Juga: Bawa-Bawa Konflik Timur Tengah, Istana Beberkan Misi Rahasia Diplomasi Prabowo

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengutuk operasi militer Pakistan dan menyebutnya sebagai "tindakan agresi yang pengecut".

Pemerintah Afghanistan juga kembali membantah tuduhan Islamabad bahwa wilayahnya menjadi tempat persembunyian kelompok militan.

Di sisi lain, Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan operasi tersebut menargetkan kelompok teroris yang dituding bertanggung jawab atas serangan terhadap markas pasukan paramiliter Pakistan Rangers di Karachi.

Baca Juga: Bawa-Bawa Konflik Timur Tengah, Istana Beberkan Misi Rahasia Diplomasi Prabowo

Serangan sehari sebelumnya itu menewaskan tiga personel keamanan Pakistan.

Menurut Tarar, operasi diawali dengan serangan darat berbasis intelijen, kemudian dilanjutkan dengan serangan udara di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan untuk menghancurkan tempat persembunyian Jamaat-ul-Ahrar dan kelompok yang disebut Pakistan sebagai Fitna al-Khawarij atau Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Serangan udara itu menjadi eskalasi terbaru dalam hubungan Pakistan dan Afghanistan yang terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021.

Baca Juga: Australia Gratiskan Biaya Naik Transportasi Umum Karena Bahan Bakar Langka di Beberapa Wilayah: Hadapi Krisis BBM, Imbas Konflik di Timur Tengah

Kedua negara juga sempat terlibat bentrokan bersenjata selama beberapa pekan pada Februari lalu.

Kelompok Jamaat-ul-Ahrar, yang merupakan faksi pecahan TTP, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan di Karachi.

Pakistan menuding kelompok tersebut beroperasi dari wilayah Afghanistan, sementara pemerintah Taliban tetap membantah negaranya menjadi basis kelompok militan yang menyerang Pakistan. (gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#perbatasan #afghanistan #pakistan #militansi #agresi