LombokPost - Petani di Provinsi Shandong, Tiongkok, kini tidak perlu lagi berjaga berjam-jam di sawah untuk mengatur aliran air irigasi.
Berkat sistem pertanian digital, mereka cukup menggunakan handphone (HP) untuk menyalakan, memantau, hingga menghentikan aliran air secara real time.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari modernisasi pertanian yang diterapkan pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengatasi kekurangan tenaga kerja, sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian.
Baca Juga: Tiongkok Ciptakan Matahari Buatan
Permudah Pekerjaan
Dilansir dari People's Daily Online, Senin (6/7), perubahan nyata dirasakan petani di Kabupaten Ningjin, Kota Dezhou, Provinsi Shandong. Wang Yuchi, petani dari Koperasi Yicang mengaku sistem irigasi digital membuat pekerjaannya jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
"Dulu saya harus terus berada di sawah saat mengairi lahan karena khawatir air terbuang percuma. Sekarang semuanya dapat dikendalikan melalui handphone," ujarnya.
Baca Juga: AS-Tiongkok Bersaing Kuasai Teknologi Antariksa, Keunggulan AS Ditopang SpaceX
Lebih Hemat
Selain dapat mengontrol aliran air dari jarak jauh, sistem tersebut juga mendukung irigasi tetes dan pengelolaan air serta pupuk secara terpadu sehingga penggunaan air menjadi lebih hemat dan tepat sasaran.
Kini, pemerintah telah membangun jaringan pipa yang menyalurkan air dari Sungai Kuning langsung ke lahan pertanian.
Baca Juga: Tesla Perluas Teknologi Mengemudi Otomatis di Tiongkok
Petani hanya perlu mengaktifkan sistem irigasi agar air mengalir tanpa harus mengantre.
Modernisasi itu didukung pembangunan infrastruktur air berskala besar. Tiongkok berupaya membangun sistem pertanian yang lebih modern, hemat sumber daya, dan berkelanjutan. (din/gas/JPG/r3)