LombokPost--Sejumlah pemain tim nasional Argentina yang berkarier di Liga Inggris menjadi sorotan setelah membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina" usai pertandingan melawan Inggris.
Aksi tersebut memicu perdebatan di media sosial, khususnya di Inggris. Sejumlah pengguna media sosial dilaporkan menyerukan agar izin kerja para pemain yang terlibat dicabut.
Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Inggris maupun klub terkait mengenai tuntutan tersebut.
Beberapa pemain yang disebut ikut membentangkan spanduk itu antara lain Cristian "Cuti" Romero (Tottenham Hotspur), Lisandro Martínez (Manchester United), Enzo Fernández (Chelsea), Alexis Mac Allister (Liverpool), dan Valentín "El Colo" Barco (Chelsea).
Polemik ini juga memunculkan kembali pembahasan mengenai aturan FIFA yang melarang pemain melakukan pesan atau demonstrasi yang bersifat politik dalam pertandingan maupun acara resmi sepak bola.
Larangan tersebut mencakup penggunaan kaus, spanduk, ban lengan, maupun bentuk ekspresi lain yang bermuatan politik.
Sebagai perbandingan, gelandang Spanyol Rodri dan Álvaro Morata sebelumnya pernah dijatuhi sanksi larangan bermain satu pertandingan setelah menyanyikan slogan "Gibraltar adalah milik Spanyol" dalam perayaan gelar Euro 2024.
Sementara itu, hingga saat artikel ini ditulis, FIFA belum mengumumkan adanya penyelidikan atau sanksi terhadap para pemain Argentina terkait aksi pembentangan spanduk tersebut.
Dengan demikian, berbagai klaim mengenai kemungkinan hukuman masih bersifat spekulatif dan menunggu keputusan resmi dari otoritas sepak bola dunia.
Isu Kepulauan Malvinas—yang dikenal di Inggris sebagai Falkland Islands—merupakan sengketa kedaulatan yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara Argentina dan Inggris.
Karena itu, setiap pernyataan atau simbol yang berkaitan dengan wilayah tersebut kerap memicu perdebatan politik maupun diplomatik.
Editor : Kimda FaridaSumber : berbagai sumber