LombokPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil keputusan untuk memangkas durasi latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan (Korsel). Langkah ini diambil guna membuka kembali jalur komunikasi serta merintis potensi pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Un.
Latihan militer gabungan bersandi Ulchi Freedom Shield (UFS) yang semula dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, kini dipotong menjadi hanya lima hari atas permintaan pihak Washington.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa latihan yang dimulai pada Senin (17/8/2026) tersebut akan dipungkas lebih awal pada Jumat (21/8/2026). Selain pemangkasan durasi, Kementerian Pertahanan AS juga mengonfirmasi adanya pengurangan signifikan pada porsi latihan lapangan gabungan serta simulasi komando.
Kebijakan ini sejalan dengan manuver Trump yang mendorong jajaran stafnya untuk mempersiapkan pertemuan bilateral dengan Kim Jong Un pada musim gugur mendatang, khususnya menjelang agenda kunjungan ke KTT APEC di Shenzhen, Tiongkok, pada November 2026.
Trump menilai latihan perang tahunan tersebut membutuhkan biaya sangat tinggi sekaligus kerap memicu ketegangan diplomatik dengan Pyongyang.
"Dengan memangkas kegiatan militer ini, kami berupaya meredakan ketegangan diplomatik guna memuluskan rencana pertemuan dengan pemimpin Korea Utara," kata Trump.
Di sisi lain, keputusan sepihak dan mendadak dari Washington tersebut mengejutkan pihak pemerintah Korea Selatan.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menerima pemberitahuan terlebih dahulu dari pemerintah AS terkait keputusan pemangkasan latihan militer tersebut.
Cho menilai, selain bertujuan membendung ketegangan dengan Pyongyang, langkah AS ini diduga sarat pesan penekanan bagi Seoul mengenai sejumlah agenda bilateral yang hingga kini belum menemui titik temu.
"Termasuk komitmen investasi Korea Selatan sebesar USD 350 miliar di AS," kata Cho.
Editor : Redaksi Lombok Post