Dikatakan ia tetap membuka toko sesuai dengan yang diminta pemilik. Layanan di tokonya pun ditingkatkan dengan selalu membersihkan sudut-sudut ruang toko. Termasuk pintu masuk dan meja kasir yang ada. ”Kebersihan toko kini menjadi perhatian penting. Tujuannya agar masyarakat tetap nyaman berbelanja,” jelasnya.
Dia mengatakan, banyak toko yang tutup. Hanya beberapa yang sepertinya, coba tetap mencari peruntungan. Yang masih buka umumnya toko makanan, namun untuk dibawa pulang.
Banyak toko lain di berbagai sudut Mataram juga memilih menutup usahanya. Misalnya, Bakso Haji Anang di Seruni, atau Car Wash di Taman Sari. ”Buka lagi Bulan Mei,” demikian tulisan yang terpampang.
Salah satu penjual pinggir jalan yang masih buka, Ahmad Jayadi mengatakan terpaksa tetap buka. Dia tak punya cukup tabungan jika harus tutup hingga beberapa pekan. ”Lebih sepi sekarang,” tambahnya.
Penjual makanan yang biasanya mendapat Rp 300 ribu rupiah, kini penghasilannya merosot tajam. Kalaupun ada pembeli, itu adalah dari pesanan pengantaran online.
”Lumayan terbantu dengan adanya kurir online,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Baiq Farida