Menurut Salim, hampir semua tenant di LEM akan beroperasi seperti biasa. Kecuali tenant yang dilarang pemerintah terkait wabah virus Korona. "Misalnya bioskop XXI, tenant Karaoke, dan pusat permainan anak-anak, masih akan tutup," jelasnya.
Jauh sebelum memutuskan untuk kembali buka, manajemen pusat perbelanjaan terbesar di daerah ini juga sudah melakukan langkah-langkah pengamanan dan menjalankan standar kesehatan. Seperti penyemprotan disinfektan ke seluruh barang atau benda yang ada di LEM.
"Setelah buka, kami berani menjamin LEM akan menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi warga," ungkap Salim.
Sebab, lanjutnya, standar keamanan dan kesehatan tidak hanya dilakukan sebelum LEM dibuka. Tapi juga saat sudah dibuka nanti. "Salah satu yang paling standar, setiap pengunjung, termasuk karyawan kita di sini wajib pakai masker. Tanpa masker, dilarang masuk ke LEM," tegasnya.
Bahkan, untuk mengantisipasi ada pengunjung yang lupa membawa masker dari rumah, LEM sudah bekerja sama dengan salah satu UKM lokal untuk menjual masker di pintu masuk LEM. "Tentu harganya murah dan maskernya sesuai standar yang dikeluarkan pemerintah," terangnya.
Sebelum masuk, juga akan ada pengecekan suhu tubuh. Pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,5 C, tidak boleh masuk LEM.
Pengunjung juga disediakan tempat cuci tangan di depan pintu masuk. "Tidak hanya itu, di pintu masuk, public area, dan koridor toilet juga ada kita siapkan hand sanitizer. Setiap toko yang ada di LEM juga kita wajibkan menaruh hand sanitizer di dekat meja kasir," kata Salim.
Sementara di seluruh area LEM, akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan efektif setiap dua jam sekali. "Termasuk di eskalator, lift, dan kursi pengunjung," tegasnya.
Di tiga fasilitas ini juga akan dijalankan aturan Physical Distancing dengan memberikan marka jarak antrean. "Tenant juga kita wajibkan menjalankan protokol Physical Distancing dengan memberikan marka jarak di antrean kasir maupun tempat-tempat makan," jelasnya.
Tenant yang memiliki karyawan banyak, lanjut Salim, diwajibkan memiliki alat pengukur suhu badan. Dan setiap karyawan harus dicek suhu tubuhnya sebelum masuk kerja. "Karyawan yang kurang sehat, harus diliburkan," tegasnya.
Bagaimana dengan masjid yang ada di LEM? Menurut Salim, Masjid At-Taqwa LEM tetap buka untuk umum. Namun, untuk salat berjamaah, salat Jumat, serta kajian yang sebelumnya rutin digelar, untuk sementara ditiadakan. "Di luar waktu salat, kita juga akan rutin melakukan penyemprotan disinfektan di area masjid. Kami juga tidak menyediakan peralatan salat untuk sementara waktu," ucapnya.
Sementara itu, Marketing Manager LEM Evalina M Siregar menambahkan, khusus untuk tenant, dipersilakan menjalankan strategi promosi seluas-luasnya. Pihak LEM bahkan mendorong tenant untuk memberikan diskon dan pelayanan terbaik bagi konsumen.
"Intinya, kami ingin memanjakan konsumen LEM dan membuat mereka se-aman dan senyaman mungkin," kata Eva.
Dengan dibukanya kembali pusat perbelanjaan terbesar di NTB ini, diharapkan bisa membantu masyarakat dan pemerintah. Sehingga roda perekonomian di daerah ini tetap bisa berjalan normal.
"LEM saat ini menanggung tanggungjawab sosial ekonomi untuk 3.000 sampai 4.000 orang karyawan. Kita percaya, roda ekonomi harus berputar dan tidak boleh terhenti," tandasnya. (oni/r3) Editor : Administrator