Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Terawat, Pedagang Mutiara Minta MCC Sekarbela Direvitalisasi

Baiq Farida • Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:49 WIB
SEPI : Kondisi terkini MCC yang ada di Sekarbela, sepi tanpa pengunjung. Tampak beberapa pengendara lewat dan beberapa PKL mulai bersiap berjualan di depannya, Jumat (14/8/2020)
SEPI : Kondisi terkini MCC yang ada di Sekarbela, sepi tanpa pengunjung. Tampak beberapa pengendara lewat dan beberapa PKL mulai bersiap berjualan di depannya, Jumat (14/8/2020)
MATARAM- Sudah lama Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mewacanakan revitalisasi Mataram Craft Center (MCC) di Sekarbela. Namun hingga kini, belum ada realisasi dari ide menghidupkan kawasan tersebut.

Padahal hal itu sepenuhnya didukung para pedagang di sana. Mereka berharap, revitalisasi bisa berdampak positif.

”Karena lokasi juga berpengaruh bagi aktivitas penjualan. Kalau lokasinya diperbagus, Insya Allah bisa menarik pembeli hingga bisa menaikkan omzet kami,” kata Wiwik, pemilik toko emas dan desain mutiara Wiwik, Jumat (14/8/2020).

Pantauan Lombok Post siang kemarin, di lantai atas bangunan MCC banyak kios yang kosong. Ditambah tumpukan sampah di lorong membuatnya tampak seperti bangunan tak terawat menjurus angker. Sejumlah tunawisma pun tampak tidur di lokasi tersebut.

Ia menjelaskan, sebelumnya banyak pedagang mutiara yang juga berjualan di sana. Namun pembeli enggan naik ke atas sehingga penjual banyak yang gulung tikar. ”Di bawah jual mutiara, di atas juga. Tentu pembeli memilih untuk berbelanja di bawah saja karena aksesnya yang lebih mudah. Toh komoditas yang dijual sama saja,” terangnya.

Berkaca dari pengalaman tersebut, menurutnya perlu ada variasi baru yang hadir untuk menghidupkan kembali kawasan itu nantinya. Ia pun tak keberatan dengan konsep pemkot yang mengusung MCC sebagai objek pariwisata dengan pendekatan hiburan dan edukasi.

”Sektor pariwisata luas, jadi bisa kita variasikan. Misal, di bawah khusus penjual mutiara. Di atas bisa diisi para penjual suvenir, baju, atau produk lain yang tak lepas dengan motif atau nuansa mutiara dan sejenisnya,” sarannya.

Wanita perantau asal Jawa ini optimis , upaya revitalisasi bisa menghidupkan kembali perekonomian yang kini terdampak Korona. ”Dari sepuluh toko yang tersedia di lantai satu, baru terisi tiga saja selama Korona. Karena itu kami harap tindakan pemkot ini bisa membantu kami,” ujarnya.

Atiek, karyawan toko mutiara Hajjah Ririn MCC juga menyambut baik rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, jika kawasan ini dipenuhi dengan aneka produk, didukung lokasi yang menarik, tentu akan berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung.

”Kawasan penjual mutiara itu, makin banyak saingannya maka makin banyak pula pembeli yang penasaran mengunjunginya. Karena banyak varian yang bisa dipilih dari sejumlah toko yang beroperasi,” katanya.

Ditambahkan, jika nantinya revitalisasi sudah rampung, pemkot bisa bertindak tegas pada PKL yang biasa berjualan di pinggir jalan sekitar MCC. ”Saat malam, lokasi ini berubah jadi pasar dadakan. Ada yang jual makanan, odong-odong dan lainnya,” ujarnya. (eka/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#Mutiara Lombok #MCC #revitalisasi