Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Tiket Pesawat Bakal Naik, Pengusaha Travel Waswas

Administrator • Rabu, 10 Februari 2021 | 10:18 WIB
Ilustrasi Penumpang Pesawat (Dok. Lombok Post)
Ilustrasi Penumpang Pesawat (Dok. Lombok Post)
MATARAM-Subsidi maskapai penerbangan tahun ini belum bisa diputuskan akan berlanjut atau tidak. Kemungkinan harga pesawat bakal kembali naik.

Hal ini akan berdampak langsung pada lesunya usaha travel agent dan pariwisata di NTB. Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB Dewantoro Umbu Joka mengatakan, kembali mahalnya harga tiket pesawat akan menurunkan keinginan masyarakat untuk bepergian jelang libur panjang imlek, 12 Februari nanti. “Sekarang harga tiket murah saja masih sedikit yang datang, apalagi kalau mahal,” katanya, kemarin (9/2/2021).

Selain mahalnya harga tiket pesawat, kebijakan pemerintah yang terkesan inkonsisten juga menjadi penyebabnya. Terbaru, kebijakan pemerintah soal PPKM Mikro. Padahal menurut Umbu, yang harus dikawal ketat saat ini adalah penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Agar sektor bisnis dan ekonomi berjalan tak jomplang satu sama lain.

“Sebentar buka, sebentar lagi dibatasi. Nanti begitu lagi. Sulit berkembang sektor bisnis pariwisata NTB kalau begini,” katanya.

Ia menuturkan, mahalnya harga tiket pesawat menjadi ancaman baru bagi para pelaku bisnis. Bahkan ribuan pekerja dan pengusaha terancam gulung tikar. Sebagiannya lagi memilih beralih profesi membuka usaha kuliner atau UMKM. Perayaan Imlek pun, belum membawa harapan bagi sektor ini. “Orang sekarang keluar tidak bisa, masuk juga tidak bisa. Imlek juga tidak ada pengaruh. Korona juga belum tau perkembangannya bagaimana,” keluhnya.

Senada dengan Umbu, Ketua Indonesian Travel Agent Association (Astindo) Awanadhi Aswinabawa mengatakan,  mahalnya harga tiket pesawat mengganggu bisnis pariwisata. Terutama di bidang biro perjalanan. “Tambah runyam bagi bisnis ini. Belum ada perubahan ke arah yang lebih bagus,” katanya. (eka/r8) Editor : Administrator
#Tiket Pesawat #asita #astindo