Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Minyak Subsidi Solusi Kenaikan Harga Minyak Goreng

Galih Mps • Sabtu, 8 Januari 2022 | 19:47 WIB
BUTUH SUBSIDI: Seorang pedagang di Pasar Kebon Roek menunjukkan sejumlah merek minyak goreng dalam kemasan yang dijual di lapaknya, Desember 2021 lalu.  (EKA/LOMBOK POST)
BUTUH SUBSIDI: Seorang pedagang di Pasar Kebon Roek menunjukkan sejumlah merek minyak goreng dalam kemasan yang dijual di lapaknya, Desember 2021 lalu. (EKA/LOMBOK POST)

MATARAM-Harga minyak  goreng terus terkerek naik, kini Rp 20 ribu per liter. Kepala Dinas Perdagangan NTB, Fathurrahman mengatakan, kenaikan dipicu melonjaknya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global. Untuk mengantisipasi harga yang sudah jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) ini, pihaknya berencana akan menyalurkan subsidi minyak goring. Itu sesuai arahan yang saat ini tengah digodok Kementerian Perdagangan.


”Sedang digodok model bantuan berupa subsidi untuk penormalan harga komoditas itu,” ujarnya, Kamis (6/1).


Ia menegaskan kenaikan harga ini terjadi merata di seluruh Indonesia. Sehingga bantuan tentu memerlukan persiapan dan skema teknis yang matang agar mampu terlaksana tepat sasaran. Termasuk kaitannya dengan produsen yang akan langsung menyalurkan ke pasaran atau justru melalui operasi pasar oleh pemerintah.


Harga minyak goreng subsidi di tingkat konsumen nantinya Rp 14 ribu per liter. Di NTB sendiri, penyalurannya masih dikhawatirkan akan menemui kendala. Salah satunya karena belum adanya distributor atau produsen yang mampu menampung seluruh minyak kemasan murah bersubsidi tersebut. Beberapa distributor ditemuinya berada di sekitar Jawa Timur. Pihaknya pun tengah berkoordinasi agar NTB memiliki sub agen distributor lokal resmi.


”Itu kesulitan kita. Mudahan bisa deal dalam waktu dekat ini,” katanya.


Selain subsidi minyak goreng, upaya intervensi kenaikan harga juga dilakukan dengan menggelar operasi pasar dalam waktu dekat. Tak hanya untuk menjaga kestabilan harga minyak goreng saja, tapi juga sejumlah komoditas-komoditas rentan lainnya. Diharapkan upaya ini bisa mempermudah jangkauan masyarakat mendapat berbagai komoditas. ”Dua upaya ini yang sedang kita matangkan,” imbuhnya.


Selain minyak goreng, pihaknya menegaskan bahwa harga komoditas lainnya masih relatif stabil. Tak ada kenaikan harga telur ayam, daging ayam, dan lainnya. Kenaikan harga yang dikeluhkan masyarakat terjadi karena harga telur sempat menyentuh angka terendah beberapa pekan lalu. Sementara untuk kenaikan harga cabai rawit pun diklaim tak separah daerah-daerah lain di Indonesia. ”Kita masih mending Rp 50 ribuan, di luar bahkan sudah sampai Rp 120 ribu per kilogram,” klaimnya.


Rencana pemerintah menghadirkan minyak subsidi jelas dinanti kalangan pedagang. ”Kita sangat menantikan momen minyak goreng murah tersedia di kios-kios  yang dekat dengan konsumen rumah tangga,” kata Baiq Puji, pemilik kios Yuaptagisa. (eka/r9)

Editor : Galih Mps
#minyak goreng #harga minyak goreng