MATARAM-BPS NTB mencatat, transportasi dan ekpor impor secara keseluruhan di NTB mengalami penurunan di awal tahun 2022.
”Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada Bulan Februari 2022 turun sebesar 24,14 persen dibandingkan Bulan Januari 2022. Demikian juga jumlah penumpang berangkat turun sebesar 22,35 persen,” kata Kepala BPS NTB Wahyudin.
Ia menerangkan jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut Februari 2022 turun 12,26 persen dibanding bulan sebelumnya. Demikian juga jumlah barang yang dimuat turun 70,50 persen dibanding Januari 2022. Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik Februari 56.713 orang, turun 18,42 persen dibanding Januari. Penumpang datang melalui penerbangan internasional Februari 489 orang.
”Jelas ini berbeda dengan kondisi bulan sebelumnya dimana tidak ada penumpang datang dari penerbangan internasional,” ujarnya.
Jumlah penumpang yang berangkat Februari melalui penerbangan domestik 53.426 orang. Turun 16,97 persen dibandingkan Januari. Penumpang berangkat melalui penerbangan internasional Februari lalu hanya satu orang.
”Adanya kelonggaran perjalanan, semoga akan mendongrak kedepannya dan mendorong pariwisata NTB,” harapnya.
Perkembangan ekspor impor NTB juga menunjukkan sesuatu hal yang belum baik. Nilai ekspor Februari USD 152,15 juta. Mengalami penurunan 39,02 persen dibandingkan Januari.
”Jika dibandingkan Februari 2021 mengalami kenaikan 3.002,11 persen,” jelasnya.
Nilai ekspor Februari lalu yang terbesar ditujukan ke Korea Selatan sebesar 49,13 persen, Jepang 24,44 persen kemudian Cina 24,35 persen. Kelompok komoditas ekspor NTB yang terbesar pada Februari adalah barang galian/tambang non migas USD 148.435.303 (97,56 persen). Berikutnya perhiasan/permata USD 1.841.358 (1,21 persen), ikan dan udang USD 958.586 (0,63), daging dan ikan olahan USD 540.608 (0,36 persen). Serta garam, belerang, kapur USD 251.095 (0,17 persen).
”Tidak hanya ekspor yang turun, impor juga mengalami penurunan,” terangnya.
Ia menjelaskan, nilai impor pada Februari USD 13,90 Juta. Ini berarti impor mengalami penurunan 13,81 persen dibandingkan dengan impor Januari, sebesar USD 16,12 Juta.
Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar pada Februari adalah gula dan kembang gula (84,27), bahan bakar mineral (4,94 persen), benda-benda dari besi dan baja (4,17 persen), mesin-mesin / pesawat mekanik (1,84 persen), serta karet dan barang dari karet (1,71 persen).
”Impor Bulan Februari 2022 berasal dari Thailand (84,27 persen), Amerika Serikat (9,90 persen), Singapura (4,94 persen), dan Australia (0,90 persen)," kata dia. (nur/r9)
Editor : Galih Mps