"Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 22,29 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyuddin, Selasa (10/5/2022).
Ia menjelaskan, tingginya pertumbuhan pada lapangan usaha ini karena beberapa faktor. Antara lain, terjadi panen raya pada bulan Maret 2022. Kemudian, jumlah penumpang angkutan udara pada triwulan I-2022 meningkat 70,24 persen dibandingkan triwulan I-2021 atau naik dari 126.538 orang menjadi 215.415 orang (total penumpang domestik dan internasional, red).
"Serta jumlah tamu menginap di hotel berbintang dan non bintang meningkat sebesar 30,88 persen, yaitu naik dari 226.205 orang pada triwulan I-2021 menjadi 296.056 orang pada triwulan I-2022," tambahnya.
Selain itu, realisasi belanja pegawai APBD Provinsi NTB dan total Kabupaten/Kota triwulan I-2022 mengalami peningkatan sebesar Rp 1,22 triliun dibandingkan dengan triwulan I-2021 sebesar Rp 1,12 triliun.
"Sehingga permintaan akan penyediaan akomodasi dan makan minum ikut meningkat," ucap Wahyuddin.
Wahyuddin menyebut, pertumbuhan ekonomi NTB turut disumbang Pertambangan dan Penggalian sebesar 19,18 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,36 persen. Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,65 persen.
"Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,28 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 61,29 persen," tutupnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida