MATARAM-Industri sarang burung walet memiliki potensi yang sangat besar namun belum tergarap maksimal. Diharapkan para pelaku dapat mengembangkannya dengan baik, sehingga membawa manfaat lebih banyak lagi. ”Dengan bimtek ini kita harapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk olahan pangan hasil peternakan khususnya sarang burung walet,” ucap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Khairul Akbar, Rabu (30/11).
Menurutnya, NTB adalah salah satu sumber walet dengan kualitas sarang walet yang cukup bagus. Sarang burung walet merupakan salah satu komoditas ekspor yang harganya sangat menjanjikan.
Namun hasil dari sarang burung walet dari NTB dijual dalam bentuk kotor. ”Ini disebabkan hasil dari sarang burung walet belum dilakukan pencucian dan belum dilakukan pengolahan,” terangnya.
Bimtek yang diadakan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif yang bertumpu pada pertanian, pariwisata, dan industri. ”Sehingga sektor peternakan mempunyai peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Terutama dalam penyediaan protein hewani melalui produk-produknya seperti daging, telur, susu, madu dan sarang burung walet,” pungkas Khairul. (ewi/r9)
Editor : Galih Mps