Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jasmine Florist Produksi 50 Buket Sehari

Galih Mps • Rabu, 8 Maret 2023 | 18:15 WIB
PESANAN PELANGGAN: Pengelola Jasmine Florist merangkai buket bunga dan boneka untuk dijual di toko Jalan Pemuda Mataram, beberapa hari lalu.(NURUL/LOMBOK POST)
PESANAN PELANGGAN: Pengelola Jasmine Florist merangkai buket bunga dan boneka untuk dijual di toko Jalan Pemuda Mataram, beberapa hari lalu.(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-Jasmine Florist menjadi salah satu usaha yang berkembang di Jalan Pendidikan Mataram. Usaha ini mampu memproduksi hiasan bunga mencapai 50 buket setiap harinya. ”Sasaran pasar di sini memang pelajar dan mahasiswa. Kami buka hingga malam hari,” kata Owner Jasmine Florist Rianti pada Lombok Post.


Ia mengatakan dari produksi 50 buket tersebut, dalam sehari umumnya laku 20. Baik itu buket bunga segar, buket bunga artificial, buket boneka, dan berbagai jenis permintaan konsumen. Sisanya menjadi stok dan akan laku ketika ada momen tertentu. ”Kebanyakan permintaan itu saat wisuda, paling sedikit pesanan saat  wisuda 20 buket di waktu bersamaan. Jadi kadang kalau wisuda kami tidak terima pembuataan buket beberapa hari sebelum, kecuali langsung datang ke toko saat hari H bisa kita kerjakan,” tuturnya.


Harganya Rp 20.000-150.000. ”Khusus buket bunga segar harganya berbeda, dihitung perbatang bunga segar dan jasa buket. Harga per batang bunga segar Rp 5 ribu dengan buket paling murah harganya Rp 50 ribu tergantung permintaan konsumennya,” ujarnya.


Salah satu kendala usaha ini harus mendatang bahan baku bunga segar atau bunga artificial dari luar Lombok. Sebab di Lombok saat ini belum ada yang menjual bunga yang dibutuhkan untuk merangkai buket tersebut. ”Buket uang model yang paling banyak dipesan konsumen selama ini. Harganya pun tergantung besar buket yang diminta,” ujarnya.


”Pesanan buket yang paling besar saya dapat itu Rp 300 ribuan,” jelasnya.


Artificial cukup disukai konsumen umumnya karena tidak bisa layu dan bisa disimpan dalam jangka panjang. Jika kotor pun, bisa dibersihkan dan disimpan kembali. ”Bunga artificial memang yang dicari untuk rangkaian buket yang kami buat,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#UMKM