Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warung Nasi Murni Belencong: Sebulan Jual 3.000 Nasi Bungkus

Galih Mps • Rabu, 21 Juni 2023 | 17:30 WIB
SIAPKAN PESANAN: Pemilik Warung Murni, Murniati sedang menyiapkan pesanan nasi daun reseller di Belencong, Gunungsari, Lombok Barat, beberapa hari lalu.(NURUL/LOMBOK POST)
SIAPKAN PESANAN: Pemilik Warung Murni, Murniati sedang menyiapkan pesanan nasi daun reseller di Belencong, Gunungsari, Lombok Barat, beberapa hari lalu.(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-Warung Nasi Murni Belencong menjadi salah satu penyedia nasi daun yang banyak dijual di pinggir jalan. Dengan banyaknya reseller yang menjual produknya, sebulan dia mendapat order hingga tiga ribu bungkus. ”Setiap hari saya antarkan nasi daun kurang lebih 100 sampai dengan 150 bungkus,” kata Pemilik Warung Nasi Daun Murniati yang ada di Belencong, Gunungsari pada Lombok Post, Selasa (20/6).


Dalam sehari dia bisa menghabiskan 18 kilogram beras. Untuk harga yang ditawarkan, bervariasi tergantung keinginan reseller. ”Saya sengaja membuatkan lauk yang keringan supaya sampai siang tidak basi,” imbuhnya.


Beberapa lauk yang ditawakan ada suwir daging, suwir ayam, ikan tongkol, dan abon. Dari semua lauk yang disuguhkan ini lauh suwir daging yang paling diminati. ”Kalau harga daging mahal tidak mempengaruhi banyak karena lauk suwir daging ini diolah dengan kelapa sangrai. Dengan ada kelapa ini selain gurih, bisa juga menekan modal,” jelasnya.


Ia mulai jualan nasi ini sejak 1998. Bahkan ada pengalaman saat banyak demo tahun tersebut, nasi yang dijualnya banyak dibeli untuk pendemo. ”Dirinya pun mulai memasak semuanya dari sore hari. ”Hingga dini hari sudah siap semuanya,” ujarnya.


Ia bercerita jualan nasi sebenarnya cukup berat karena kerja penuh. Sedangkan kendala yang dihadapi saat sepi nasi itu dikembalikan. ”Kalau sepi bisa balik 10 persen dari yang saya kirim,” imbuhnya.


Tapi ia tidak memungkiri jualan nasi cukup cepat memutar uang. Ia juga mengatakan walau termasuk jualan kecil rumahan, tapi saat Covid-19 terdampak besar juga. Sebelum pandemi dia bisa jualan yang menghabiskan 25 kilogram beras. ”Berkurang sekitar 25 persen kalau sekarang,” jelasnya.


Sementara itu, seorang reseller Inaq Mah mengatakan sudah beberapa yang taruh ditempatnya. Tapi nasi yang dimiliki Warung Murni paling banyak dicari. ”Ragam menunya jadi pilihan pembeli saya,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#UMKM