Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berawal Rasa Ingin Tahu, Lumbung Madu Hasanah Raup Cuan Hingga Rp 50 Juta per Bulan

Galih Mps • Jumat, 23 Juni 2023 | 17:30 WIB
KIAN DILIRIK: Inilah salah satu produk yang banyak diminati wisatawan yang datang ke Sembalun, beberapa hari lalu. (ABDUL FOR LOMBOK POST)
KIAN DILIRIK: Inilah salah satu produk yang banyak diminati wisatawan yang datang ke Sembalun, beberapa hari lalu. (ABDUL FOR LOMBOK POST)

GIRI MENANG-Allaily Zulfa Hidayati pemilik usaha Lumbung Madu Hasanah memulai usaha dengan suaminya dari rasa keingintahuan. Suaminya saat itu bekerja di salah satu tempat karantina hewan di Makassar yang sering mendapatkan pengiriman barang berupa koloni trigona. Ia dan suaminya mempelajari terkait lebah trigona, dan kemudian mencoba mengonsumsi. ”Kami penasaran kenapa trigona ini sering banyak dikirim. Saat kami konsumsi ternyata enak dan sehat. Dari sana mulai berpikir bagaimana agar tetap menkonsumsi madu tanpa beli,” kata Zulfa.


Ia memulai bisnis madu di Lombok dan mendaftar menjadi UMKM sejak 2019. Ia mengaku awal menjual madu sangat susah karena kurangnya peminat dan selera orang untuk meminum madu. Dengan itu ia mengikuti banyak pelatihan, mencari relasi, dan mengikuti bazar. Usahanya mulai dikenal banyak orang saat mengikuti AKI (Apresiasi Kreasi Indonesia) 2021 oleh Kemenparekraf RI. ”Mulai saat itu seiring berjalannya waktu branding kami jadi kalau ada yang mencari madu pasti ingatnya madu lumbung hasanah,” katanya.


Saat ini sudah banyak yang melakukan pemesanan, langganan dan bermitra. Sekarang sudah bermitra dengan Bank Indonesia dan sedang mempersiapkan keikutsertaan dalam WUBI (Wirausaha Unggulan Bank Indonesia).


Selain membuka toko di daerah Gerung, Lumbung Madu Hasanah juga memiliki farm edukasi. Kebun yang menjadi tempat produksi juga sekaligus menjadi wisata edukasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui proses pembuatan. ”Kadang panen juga kalau memang lagi stok, tapi lebih sering digunakan untuk wisata edukasi,” jelasnya.


Stok madu diporeleh dari kelompok tani binaan yang berada di Lombok Utara dan Sumatera. ”Setiap madu memiliki manfaat dan ciri khas yang berbeda,” jelasnya.


Ia membuat produk turunan seperti ayam dengan saus madu. Ada juga es buah dengan campuran madu. Juga  Seperti saat MotoGP lalu, ia membuat minuman botol berisi madu yang dicampur dengan lemon. ”Alhamdulillah ratusan botol terjual. Karena memang yang dicari pengunjung waktu itu bukan madu tapi minuman praktis,” ucapnya.


Proses produksi dilakukan setiap hari sesuai pemesanan. Omset bisa mencapai 30-50 juta per bulan. ”Saya pikir Ramadan akan banyak yang beli madu karena butuh untuk jaga imun tubuh, ternyata lebih kurang peminatnya. Jadi itu yang buat saya berpikir untuk membuat inovasi produk turunan yang laku di pasar Ramadan,” tandasnya. (cr-chi/r9)

Editor : Galih Mps
#madu