LombokPost-Kurma asal Kabupaten Lombok Utara (klu) akan dipamerkan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu dekat.
Sebelum dikirim ke Abu Dhabi, Pemerintah KLU melakukan panen buah kurma di perkebunan Dusun Jugil Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga, Kamis (23/11).
Panen tersebut dilakukan langsung Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu. Turut hadir Ketua TP PKK KLU Hj Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, Kepala DKP3 KLU Tresnahadi, Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budi Astuti.
”Hari ini banyak orang heran, karena kurma yang biasanya tumbuh di Arab sekarang ada di Lombok Utara. Jadi ini adalah kemurahan Allah SWT,” ujar Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu.
Dikatakannya, potensi budi daya kurma di KLU sangat bagus. Hasil kajian menyatakan sejumlah titik di KLU cocok ditanami kurma. Sebab itu pemkab harus mendukung potensi tersebut. Dirinya meminta DKP3 ke depan memprogramkan bantuan bibit kurma agar ditanam di masing-masing kebun warga KLU.
”Karena KLU merupakan daerah pariwisata yang hari ini dikunjungi sampai 500 ribu, dengan adanya kurma ini maka akan bertambah lagi orang berkunjung ke KLU,” sambungnya.
Djohan berterima kasih pada kelompok Perkebunan Kurma Ukhuwah Datu Pola Nyakap KLU yang telah mengembangkan komoditas tersebut. Pola Nyakap ini dikembangkan sesuai budaya lokal KLU. Di lahan ini, kata dia, ada 12 provinsi yang menanam saham tanpa membeli lahan.
”Hanya disewa, kemudian hasilnya dibagi tiga ke pemegang saham, pemilik lahan dan pengelola juga dapat, ini cukup adil,” terangnya.
”Insya Allah, ke depan kita akan buatkan program pembibitan untuk dibagikan ke masyarakat,” tandasnya
Pembina Perkebunan Kurma Ukhuwah Datu Pola Nyakap KLU Jhon Arif Munandar mengatakan, sebelum terpilih untuk dipamerkan di Abu Dhabi, dilakukan penilaian dari Aceh hingga NTT. Setelah perjalanan panjang, menurut penilai, kurma KLU dianggap layak mewakili Indonesia. ”Di Indonesia hanya ada dua, yaitu NTB dan NTT,” ujarnya.
Dikatakan Arif, pada 2020-2022 pihaknya hanya diundang menjadi peserta. Mereka bahkan tidak berekspektasi akan terpilih mewakili Indonesia pada tahun ini. Sebab perkiraan mereka, paling tidak lima tahun lagi baru bisa naik panggung.
”Namun ternyata di luar dugaan kita dapat email dan diminta sebagai pembicaraan di agenda Khalifa International Date Palm Award and Agriculture (KIDPA)” bebernya.
KIDPA ini, kata Arif bukanlah lembaga swasta, melainkan lembaga formal negara di bawah Kementerian Ketahanan dan Pangan di Arab. Artinya, KLU diminta menjadi salah satu pembicara di ajang kurma internasional nantinya. ”Jadi nanti akan dijelaskan tentang perjalanan atau perkembangan Kurma di Lombok Utara,” katanya.
Ditambahkan Arif, hal yang dinilai menarik dari kurma ini adalah konsep nyakap. Konsep ini merupakan budaya leluhur Sasak dan Bali sebelum masuknya Islam. Para raja dan kstaria dulu bekerja sama masyarakat bawah menjadi pengelola dengan pola bagi hasil, bukan digaji.
”Jadi antara raja, pangeran dan masyarakat bisa duduk bareng, seperti ini itulah dia kekuatannya,” pungkasnya.
Sementara iru, Kepala DKP3 KLU Tresnahadi mengatakan, persolan pembibitan yang diinginkan pimpinan daerah ini harus dikomunikasikan terlebih dulu. Sebab dari Kementrian Pertanian belum mengeluarkan sertifikat untuk kurma.
”Jika nanti setelah koordinasi kita ada izin membantu masyarakat dengan memberikan bibit, ya kita akan lakukan itu. Intinya ini akan dikoordinasikan dulu,” katanya.
Dirinya mengapresiasi keikutsertaan kurma KLU dalam ajang internasional tersebut. Pihaknya akan ikut mengantar kurma yang dipanen ini ke Jakarta bersama dua orang perwakilan Perkebunan Kurma Ukhuwah Datu Pola Nyakap KLU. ”Besok (hari ini, Red) kami akan antar ke Jakarta,” tutupnya. (fer/r9/*)
Editor : Kimda Farida