Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hasil Melimpah, Pedagang Durian di Lombok Sedang Panen Cuan

Galih Mega Putra S • Rabu, 13 Desember 2023 | 09:56 WIB
PANEN MELIMPAH: Sejumlah warga menyerbu buah durian yang dijual dalam kegiatan pasar murah di Lombok Barat, belum lama ini. (FERIAL/LOMBOK POST)
PANEN MELIMPAH: Sejumlah warga menyerbu buah durian yang dijual dalam kegiatan pasar murah di Lombok Barat, belum lama ini. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost- Hasil panen buah durian di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini melimpah-ruah. Hal ini memberikan banyak keuntungan bagi pengusaha buah berduri tersebut.

Tahun ini, keuntungan yang didapatkan bahkan bisa mencapai dua kali lipat dibanding tahun terdahulu. ”Di Lingsar, petani tempat saya ambil durian bilang baru tahun ini sangat melimpah dibandingkan beberapa tahun belakangan,” ujar salah satu penjual durian asal Lingsar, Lombok Barat, Afriza pada Lombok Post.

Dikatakannya, melimpahnya hasil panen ini tak lepas dari kondisi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Tak hanya kuantitas buah, bahkan rasa durian alias kualitas pada panen kali ini diklaim lebih manis. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dominan hambar.

”Ini karena cuaca panas yang lama kemarin, itu sangat mempengaruhi rasa dan produksi durian itu sendiri. Karena yang dulu hujan-hujan saja,” jelasnya.

Dari Lingsar saja, dalam sehari para petani bisa panen dan mengirimkan hingga ribuan durian. Untuk jenisnya, kata Afriza itu durian lokal. Melimpahnya hasil panen juga membuat harganya menjadi lebih murah.

”Peluang jualan durian sekarang ini memang tetap bagus, banyak yang mau karena musiman alias sekali setahun. Makanya Alhamdulillah tetap ramai,” bebernya.

Dirinya menjual durian mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu per buah. Durian seharga Rp 50 ribu ini merupakan durian dengan ukuran jumbo.

Berjualan durian, kata Afriza memberikan keuntungan yang cukup besar. Hal ini lantaran dirinya menjadi tangan kedua atau mengambil langsung dari petaninya. Dalam sehari dirinya bisa menjual hingga 100 buah durian. ”Keuntungannya bisa sampai 100 persen setelah kembali modal, dua kali lipat begitu,” kata bapak satu anak itu.

”Banyak yang pesan langsung dalam jumlah yang banyak,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini ada banyak durian dari luar daerah yang masuk Lombok. Hal ini cukup merusak harga pasaran durian lokal Lombok. Lantaran durian dijual per keranjang dengan harga murah. ”Murah sekali per keranjang, itu sangat merusak harga,” katanya.

Meski begitu, tak berpengaruh pada omzet penjualan durian miliknya. Hal ini dikarenakan kualitas durian yang diambilnya dari petani Sesaot dan Lingsar ini bisa diadu.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari sejumlah konsumen, kualitas durian luar daerah ini masih jauh dibandingkan lokal Lombok. ”Bayangkan dalam satu keranjang yang isi 8-10 butir, terkadang hanya 2-3 yang bisa dimakan atau tidak hambar,” bebernya.

Durian-durian keranjang itu kabarnya dibawa ke Lombok dalam keadaan mentah, dan matang di perjalanan. Hal ini yang membuat rasanya menjadi hambar ketika dimakan. Sementara durian lokal dari Lingsar, Narmada, hingga Lombok Utara, benar-benar matang jatuh dari pohonnya. ”Jadi bisa diadu kualitasnya, makanya konsumen langganan selalu balik pesan durian lagi ke saya,”  tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#Durian #cuan #panen