LombokPost-Puluhan stakeholder industri di NTB melakukan temu bisnis. Temu bisnis ini bertujuan membangun sinergitas antara perusahaan, pemda, dan investor. Dalam rangka membangun kawasan industri NTB berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri sejumlah lembaga perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, BUMD Gerbang NTB Emas (GNE), Kadin, Gapensi, Real Estate Indonesia (REI). Tak ketnggalan perusahaan/industri yang beroperasi di NTB, akademisi, perwakilan OPD terkait kabupaten/kota, dan Pemprov NTB.
Dalam temu bisnis ini juga dilakukan sejumlah kesepakatan bersama. Di antaranya, mewujudkan pengelolaan kawasan industri di NTB dengan melibatkan pelaku industri lokal, melalui strategi percepatan penetapan pengelola kawasan industri Sumbawa Barat, paling lambat Desember 2023.
Berikutnya, membentuk tim percepatan pengembangan kawasan industri di Sumbawa Barat dan NTB Halal Industri Park (HIP). Catatannya, harus sesuai regulasi dan peraturan perundang-undangan. ”Tujuan dari kegiatan temu bisnis ini untuk mempercepat pembentukan pengelola kawasan industri KSB dan NTB HIP, dalam upaya membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar wilayah tersebut,” ujar Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, kamis (21/12).
Dijelaskannya, kegiatan temu bisnis memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk saling mengenal, berdialog, serta melakukan kolaborasi dalam mengembangkan kawasan industri di KSB dan lainnya, termasuk NTB HIP.
Selain itu, kegiatan temu bisnis juga dapat menjadi ajang untuk mempromosikan potensi bisnis di luar sektor smelter. Sehingga dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat KSB secara keseluruhan.
Kegiatan temu bisnis tersebut, kata Nuryanti juga untuk mendukung percepatan pembentukan pengelola kawasan industri KSB. Itu merupakan suatu upaya strategis untuk mempercepat proses pembangunan kawasan industri smelter yang efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. ”Sehingga nantinya kawasan industri Sumbawa Barat yang akan mengola turunan smelter menjadi aneka produk strategis,” jelasnya.
”Temu bisnis ini merupakan kegiatan lanjutan dari talkshow industrialisasi pj gubernur di Kabupaten Sumbawa,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan temu bisnis itu dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama, membahas tentang rencana strategis pemda dalam percepatan pengelolaan KI KSB.
Setelah itu dilanjutkan dengan materi tentang evaluasi dan langkah stategis percepatan pengelolaan KI KSB. Materi itu disampaikan oleh Direktur Perwilayahan Kemenperin RI. Kemudian materi terakhir membahas kondisi existing smelter dan peluang industri turunannya untuk sinergitas dengan pelaku industri lokal. ”Materi terakhir ini disampaikan oleh PT Amman Mineral,” katanya.
Sesi kedua, membahas perumusan rencana aksi terbentuknya pengelolaan kawasan industri Maluk. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang perumusan rencana aksi terbentuknya pengelolaan kawasan industri KSB. ”Di akhir kegiatan temu bisnis ini dilakukan penandatanganan komitmen bersama,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida