Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kunjungi Tasikmalaya, TPID NTB Belajar Pengendalian Inflasi

Galih Mega Putra S • Kamis, 25 Januari 2024 | 12:30 WIB
PENINGKATAN KAPASITAS: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB mengikuti kegiatan capacity building atau peningkatan kapasitas di di Hotel Pullman Bandung, Selasa (23/1). (IST/LOMBOK POST)
PENINGKATAN KAPASITAS: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB mengikuti kegiatan capacity building atau peningkatan kapasitas di di Hotel Pullman Bandung, Selasa (23/1). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB dan KPwBI Jawa Barat menggelar capacity building atau peningkatan kapasitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB, di Hotel Pullman Bandung, Selasa (23/1).

TPID NTB di kesempatan itu juga belajar mengenai bagaimana TPID Tasikmalaya sukses mengendalikan inflasi daerahnya.

Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, penurunan tekanan inflasi 2023 didorong penurunan tekanan inflasi yang cukup signifikan pada kelompok Administered Prices (AP). Termasuk tekanan inflasi pada kelompok Volatile Foods (VF) dan Core Inflation (CI) yang turut melandai.

Berdasarkan komoditasnya, melandainya inflasi 2023 berasal dari harga bensin, tarif angkutan udara, tongkol diawetkan, bawang merah, telur dan daging ayam ras, kue kering berminyak dan mobil. Di sisi lain, penurunan tekanan lebih lanjut tertahan oleh kenaikan harga beras, terutama disebabkan kenaikan HET per September 2023.

”Lebih terkendalinya inflasi NTB tidak terlepas dari sinergi yang sangat baik antara TPID termasuk dukungan masyarakat NTB yang turut berkontribusi dalam berbagai program pengendalian inflasi,” jelasnya.

Berbagai upaya yang telah dilaksanakan bersama TPID NTB untuk menjaga terkendalinya inflasi. Di antaranya, melakukan 25 kali koordinasi kelembagaan, sidak pasar secara berkala, serta pelaksanaan 433 kali operasi pasar di Pulau Lombok dan Sumbawa, sekaligus melakukan penyaluran beras SPHP.

TPID terus berkomitmen menjaga keberlanjutan program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) selama tahun 2023. Seperti replikasi berbagai best practice, hilirisasi pangan, pemanfaatan pupuk organik dan diversifikasi olahan pangan.

Berry mengatakan, kegiatan pengembangan kapasitas ini merupakan salah satu upaya pengendalian inflasi daerah. Melalui pengembangan pemahaman dan penyeragaman persepsi seluruh anggota TPID NTB.

”Narasumber dari Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Kabupaten Garut sebagai tempat studi tiru diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan program baru dalam mengatasi dan mengamankan inflasi di NTB,” tandasnya.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, pihaknya berhasil menjaga target inflasi di kisaran 3-4 persen di 2023. Hal itu dibuktikan dengan inflasi tahunan (yoy) NTB pada Desember 2023 sebesar 3,02 persen. Menurun dari tahun sebelumnya di bulan yang sama sebesar 6,23 persen.

”Harapannya, tahun 2024 tentu diperlukan berbagai langkah strategis dan inovatif dalam menjaga dan mengawal inflasi di NTB,” ujarnya.

Ditambahkan Nelly, NTB perlu untuk mempelajari dan mengamati daerah yang telah berhasil menjaga inflasi selama empat tahun berturut-turut. Daerah tersebut telah memperoleh TPID Award dari Pemerintah Pusat. Yakni Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan kabupaten non Indeks Harga Konsumen (IHK). (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#Inflasi #BI #NTB