LombokPost-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Gerakan Mengajar Desa (GMD) NTB melaksanakan kegiatan Training of Trainers (ToT) untuk relawan GMD NTB.
Pelatihan tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat hingga ke pedesaan.
Gerakan ini diisi para anak muda yang ingin memajukan negeri melalui program Ekspedisi Mengajar Desa Batch 3. Kegiatan tersebut diikuti oleh 90 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di NTB.
”Kami sudah menetapkan dua desa yang menjadi destinasi dalam ekspedisi kali ini, yaitu Desa Bilok Petung dan Desa Sambik Elen,” ujar General Secretary GMD NTB Baiq Yulia Rizkia Wulandari.
Menurut Yulia, dengan bekal ilmu membuat seseorang mampu mengubah dunia. Terutama di tangan anak muda yang kreatif, inovatif, dan kolaboratif.
Kepala OJK NTB Rico Rinaldy mengatakan, edukasi keuangan hingga ke masyarakat perdesaan sangat penting. Menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilaksanakan OJK pada tahun 2022, sebesar 85,10 persen responden telah menggunakan produk dan layanan jasa keuangan formal di berbagai industri keuangan.
Di sisi lain tingkat pemahaman masyarakat terhadap hal tersebut masih rendah yaitu 49,68 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan masyarakat NTB 65,45 persen. Merupakan tertinggi kedua secara nasional. Sedangkan inklusi keuangan sebesar 82,34 persen di bawah rata-rata nasional.
”Kondisi ini kami harapkan selalu meningkat konsisten dengan melibatkan anak muda dalam proses pencapaiannya,” ujarnya.
”Peringkat NTB bukanlah hal terpenting, yang utama adalah nilai indeks yang dicapai setiap tahunnya selalu meningkat,” sambungnya.
Dikatakan Rico, untuk mengisi materi kegiatan ToT GMD, OJK NTB mengundang beberapa narasumber dari industri jasa keuangan. Di antaranya Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, Bank NTB Syariah, dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) NTB.
OJK NTB sendiri menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi OJK, mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Serta tips mengenali penawaran investasi dan pinjaman online ilegal.
Baca Juga: RPGM Siap Kawal 12 Juta Suara Milenial, Gerebek Desa di Desa Adat Sade Lombok Tengah
Sedangkan pihak BEI NTB memaparkan materi pengenalan mengenai pasar modal dan perlunya berinvestasi sejak dini. Kemudian Bank NTB Syariah mengenalkan produk dan layanan perbankan, karakteristik, manfaat dan risiko produk perbankan syariah. Serta tips memilih dan menggunakan produk perbankan syariah.
”Pemateri dari AAUI NTB menghadirkan narasumber dari Asuransi Umum Bumida yang memperkenalkan asuransi usaha ternak sapi/kerbau,” kata Rico.
”Selain itu, pihak BRI Danareksa Sekuritas juga ikut memaparkan materi cara berinvestasi secara aman dan nyaman di pasar modal dengan risiko minimal,” bebernya.
Rico berharap, melalui kegiatan ini para volunteer dapat mengenali lembaga jasa keuangan yang legal. Termasuk ragam produk layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Juga mengetahui cara menghindari berbagai penawaran investasi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
”Dengan menanamkan mindset semangat belajar dengan melibatkan anak muda, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di NTB,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida