Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Festival Rimpu Mantika Jadi Titik Balik Perkembangan Potensi Industri Lokal Bima

Galih Mega Putra S • Senin, 29 April 2024 | 15:45 WIB
PADAT: Kondisi Lapangan Serasuba di Kota Bima yang dipadati peserta Festival Rimpu Mantika, Sabtu (27/4).
PADAT: Kondisi Lapangan Serasuba di Kota Bima yang dipadati peserta Festival Rimpu Mantika, Sabtu (27/4).

 LombokPost-Festival Rimpu Mantika di Kota Bima yang dibuka Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno diikuti puluhan ribu peserta.

Termasuk juga para pelaku industri lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain untuk mempromosikan pariwisata dan kekayaan kebudayaan, festival ini diharapkan bisa memberi dampak baik bagi pelaku industri lokal daerah.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti berharap, event tersebut bisa menjadi titik balik bagi perkembangan potensi lokal di Bima.

”Acara pembukaan festival ini juga menjadi momentum penting bagi kolaborasi antara berbagai pihak terkait untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang kaya di Kota Bima” tuturnya.

Rimpu merupakan cara berbusana masyarakat Bima dan Dompu dengan menggunakan sarung khas daerah tersebut.

Sarung khas itu dikenal dengan sebutan Tembe Nggoli dan Tembe Songke.

Di Bima, terdapat sejumlah sentra IKM tenun yang terus menggeliat hingga saat ini. Pihaknya bersama Dekranasda NTB telah berkunjung ke sejumlah sentra tersebut belum lama ini.

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi.

Termasuk mengeksplorasi peluang meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya.

Melalui event Festival Rimpu Mantika ini, diharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan pemasaran produk sentra IKM tenun di Bima.

”Festival Rimpu Mantika di Kota Bima kembali membuktikan bahwa kekayaan budaya dan pariwisata lokal menjadi pondasi yang kuat dalam memperkokoh identitas dan daya tarik daerah ini di mata dunia,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, penting untuk mendukung pengembangan industri tenun tradisional. Hal itu sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pihaknya telah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan IKM tenun di NTB.

Baik melalui bantuan teknis maupun promosi pasar.

”Kami mengajak para pengusaha lokal untuk bersinergi dalam membangun ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#Bima #NTB #FESTIVAL