Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Citarasa Premium, Malindo Coffee Diminati Pencinta Kopi

Galih Mega Putra S • Rabu, 12 Juni 2024 | 21:05 WIB
BANYAK DIMINATI: Owner Malindo Coffee, Rohaniah menunjukkan produk kopi miliknya. (FERIAL/LOMBOK POST)
BANYAK DIMINATI: Owner Malindo Coffee, Rohaniah menunjukkan produk kopi miliknya. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Rohaniah memulai bisnis Malindo Coffee sejak pandemi Covid-19 di 2020 lalu.

Sebelum memutuskan berjualan kopi, dirinya lebih dulu berjualan susu kedelai.

Namun lantaran pembatasan kegiatan masyarakat saat itu, dirinya tidak bisa lagi leluasa berjualan keliling.

”Kita dilarang untuk keliling, kita masuk kampung ini dilarang, kampung itu tidak boleh, karena memang adanya pembatasan tadi,” kenangnya.

Rohaniah pun kemudian memutar otak mencari alternatif jualan lain tanpa harus berkeliling.

Akhirnya muncul ide menjual kopi asli Lombok. Menurutnya, kopi memiliki pangsa pasar yang sangat menjanjikan.

”Banyak yang suka kopi, ini adalah usaha yang tidak pernah mati, akan terus berkembang. Dari anak-anak sampai dewasa, semua suka,” sambungnya.

Perempuan berhijab ini menjual khusus kopi yang diambil dari kaki Gunung Rinjani.

Menurutnya, selain mengais rezeki dengan itu, dirinya juga ingin mempromosikan produk lokal NTB.

Kopi Lombok ini memiliki citarasa yang sangat enak dan premium.

”Ada kopi robusta dan arabika,” kata Rohaniah.

Dijelaskannya, kopi Lombok bercitarasa enak lantaran tumbuh di ketinggian. Selain itu, kopi-kopi ini juga ditanam di antara tumbuhan lainnya, seperti cokelat.

Hal itu diklaim Rohaniah membuat kopi yang dihasilkan memiliki sedikit citarasa cokelat.

”Makanya banyak penikmat kopi itu yang bilang kopi kita ini seperti kopi madu,” bebernya.

Kata dia, menyeduh kopi yang benar itu tanpa gula. Pada kopi Lombok, biasanya memiliki rasa pahit ketika dalam keadaan panas.

Namun ketika dingin, akan ada sedikit rasa manisnya.

Salah satu kopi Lombok yang paling diminati di Malindo Coffee adalah kopi Sembalun.

Tidak hanya penikmat kopi lokal, bahkan wisatawan mancanegara pun menyukai kopi ini.

Hal ini terlihat dari banyaknya tamu luar daerah hingga mancanegara yang langsung membeli yang kemasan sebagai oleh-oleh setelah mencicipinya.

”Bule-bule itu sering bilang nice dan langsung beli,” katanya.

Meski banyak yang menjual kopi Sembalun, namun Rohaniah berani menjamin Malindo Coffee berbeda dengan yang lainnya.

Poin yang membedakan Malindo Coffee yakni proses roastingnya.

”Mereka bilang sudah tiga kali keliling Sembalun tapi baru di sini merasakan kopi Sembalun yang enak,” terangnya.

”Kita juga berjualan di car free day,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, proses rosting arabika itu berbeda-beda. Ada light dan medium yang bisa menjadi pilihan sesuai keinginan konsumen.

Sedangkan robusta, roastingnya medium lantaran banyak disukai konsumen lokal.

”Orang lokal suka yang pahit maka medium, agak hitam,” katanya.

Produk Malindo Coffee ini dipetik saat berwarna merah. Hal ini diklaimnya juga bagus untuk diminum penderita asam urat, namun tanpa gula.

Selain itu juga bisa meringankan rasa sakit kepala dan lainnya.

”Antioksidannya juga tinggi,” ucapnya.

Produk Malindo Coffee ini sudah ada di sejumlah outlet oleh-oleh di Lombok. Seperti di Sasaku, Toko Omah, dan NTB Mall.

Selain kopi kemasan, dirinya juga memiliki produk baru yang cukup unik bernama stik kopi karamel Mandalika.

”Jadi kalau tidak bisa ngopi bisa ngemil stiknya dalam bus untuk menghilangkan kantuk,” ujarnya.

Ditambahkan Rohaniah, produk kopinya dijual mulai dari harga Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Harga Rp 25 ribu itu untuk kopi robusta kemasan 100 gram. Sedangkan Rp 50 ribu ini untuk kopi arabika kemasan 125 gram.

”Sedangkan stik kopi karamel harganya Rp 15 ribu per 125 gram,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #kopi