LombokPost-Bank Indonesia NTB berkomitmen membantu memperluas akses pasar bagi UMKM.
Terbaru, belasan UMKM NTB diikutsertakan dalam kegiatan Bali Jagadhita ke-5 di Bali.
Event tersebut merupakan kegiatan Strategic Flagship Event yang bertujuan mempromosikan produk-produk UMKM dengan harapan mereka naik kelas, dan memperluas pasar.
Selain itu, juga mendorong investasi yang berkualitas, dan mendukung pariwisata berkualitas sebagai bagian dari Gerakan Bangga Berwisata Indonesia.
”Bali Jagadhita tahun ini mencoba konsep baru dengan berkolaborasi bersama Bank Indonesia NTB dan NTT. Tidak hanya mencakup promosi perdagangan, namun juga mencakup promosi investasi dan pariwisata,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Berry Arifsyah Harahap.
Beberapa UMKM yang diikutsertakan di antaranya, UMKM fesyen ada Concha dan Waidah Lombok untuk produk Mutiara serta Mawar Ketak untuk produk tas.
Kemudian UMKM wastra ada Tenun Sangkabira, Mawar Tenun, Pinalo, Erina Gallery, Sofizia, dan Nalani.
UMKM produk food and beverage ada Sate Rembiga, Zunafood, Bait, Yant Sorghum, Songgajah, dan Kopi Punik.
”Selama penyelenggaraan showcasing UMKM Balijagadhita, produk UMKM BI NTB ramai dikunjungi hingga meraup penjualan yang melebihi target,” klaimnya.
Dikatakannya, UMKM Pinalo juga turut serta dalam sesi fashion show.
Baca Juga: Epson Indonesia Membawa Semangat Berbagi dalam Perayaan Idul Adha melalui Kegiatan CSR
UMKM ini menghadirkan konsep desain baju tenun karya desainer lokal Lombok.
Terutama yang telah mendapat coaching clinic dari desainer nasional di Bali, yakni Deden Siswanto dan Ali Kharisma.
Keikutsertaan UMKM dalam kegiatan showcasing ini kata Berry, tidak hanya membantu dalam kegiatan promosi langsung dengan end customer.
Namun juga membantu UMKM mendapat peluang pasar Business to Business (B2B).
”Yakni Business Matching UMKM Zunafood, Bait, dan Sate Rembiga dengan Pasar Retail di Bali Bintang Supermarket Bali, dengan supply produk Minyak Kelapa, aneka olahan cabai Zunafood, produk Bait dan Sate Rembiga,” bebernya.
Selain UMKM, kegiatan promosi juga dilakukan pada sektor pariwisata yang dibalut dalam acara The 10th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF), 12-14 Juni lalu.
”Hadir juga buyer dan seller domestik dan mancanegara,” katanya.
Melalui kolaborasi BI NTB dan ASITA NTB, minat buyer terhadap sektor pariwisata NTB cukup tinggi.
Hal tersebut dibuktikan dengan nilai transaksi trade deal sebesar Rp 3,5 miliar berdasarkan versi hitungan cepat.
Nilai ini diyakini akan terus bertambah seiring dengan minat buyer yang terus meningkat.
”Tentunya hal ini akan menjadi peluang besar untuk memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di NTB,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida