Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Investor Pasar Modal NTB Naik 2,71 Persen

Galih Mega Putra S • Jumat, 28 Juni 2024 | 19:55 WIB
TERUS BERTUMBUH: Kepala BEI NTB Gusti Ngurah Putra Sandiana menunjukkan perkembangan pasar modal di aplikasi IDX Mobile, kemarin (27/6). (FERIAL/LOMBOK POST)
TERUS BERTUMBUH: Kepala BEI NTB Gusti Ngurah Putra Sandiana menunjukkan perkembangan pasar modal di aplikasi IDX Mobile, kemarin (27/6). (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 13 juta single investor identification (SID).

Jumlah ini dengan pertumbuhan lebih dari 863 ribu SID baru di sepanjang 2024. Sementara itu jumlah investor saham Indonesia telah mencapai 5,7 juta SID.

Di NTB sendiri, jumlah investor pasar modal juga terus tumbuh signifikan.

Kepala BEI NTB Gusti Ngurah Putra Sandiana menyebut, berdasarkan data 31 Mei 2024, jumlah investor pasar modal NTB mencapai 138.010 SID. Jumlah ini bertambah 2,71 persen dari sebelumnya sebesar 134.282 SID.

”Jumlahnya terus meningkat jika kita melihat tren dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Jika ditinjau dari sisi jumlah investor dan aset untuk wilayah Bali-Nusra, NTB berada di urutan ke 2 setelah Bali. Sedangkan secara nasional, jumlah investor pasar modal NTB berada di urutan ke 18 dari seluruh provinsi.

”Rata-rata aset yang dimiliki oleh para investor berada pada kisaran Rp 400 miliar sampai Rp 500 miliar,” sambungnya.

Peningkatan ini tidak lepas dari upaya berbagai kegiatan edukasi dan promosi yang dilakukan BEI bersama sejumlah stakeholder lainnya.

Seperti bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berbagai komunitas, hingga pengenalan aplikasi IDX Mobile sebagai referensi dalam berinvestasi.

”Upaya-upaya ini telah menjadi pendorong signifikan dalam pertumbuhan jumlah investor Pasar Modal Indonesia,” sambungnya.

Berdasarkan data BEI, dari Januari hingga Mei 2024 terdapat 6.211 kegiatan edukasi pasar modal yang diikuti lebih dari 5,8 juta peserta di seluruh Indonesia.

Masifnya kegiatan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi BEI bersama OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), anggota bursa, perusahaan tercatat, manajer investasi, komunitas pasar modal, sekaligus stakeholders lainnya, termasuk Galeri Investasi BEI.

”Di NTB hingga saat ini ada sekitar 33 Galeri Investasi yang tersebar di berbagai desa, madrasah, SMA, dan universitas,” bebernya.

Beberapa kegiatan edukasi berkolaborasi bersama dengan OJK, yakni bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta Komunitas Bundaku (Ibu Anak Keluarga) Cakap Keuangan.

Beberapa kegiatan juga berkolaborasi dengan Komunitas Pokemon, ASKI (Asosiasi Seni Beladiri Karate Indonesia), Puteri Indonesia, hingga Timnas Indonesia U-20 dan PSSI.

Sosialisasi dan edukasi juga dilakukan melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal.

Selain itu metode sosialisasi dan edukasi melalui penyelenggaraan kompetisi olahraga seperti Chess Competition bersama IDX Channel, hingga pengenalan pasar modal melalui IDX Mobile.

Ditambahkannya, BEI terus mendorong penggunaan IDX Mobile untuk meningkatkan literasi mengenai pasar modal Indonesia. Saat ini, dari 5,7 juta investor saham, sebagian besar sudah memiliki aplikasi online trading.

Tentu saja aplikasi tersebut memiliki kelengkapan dan kompleksitasnya masing-masing.

”Investor yang butuh informasi tambahan, bisa dengan mengunduh IDX Mobile,” katanya.

Hingga 31 Mei 2024, jumlah pengguna IDX Mobile telah mencapai 154.883, naik sebesar 47 persen sejak 31 Desember 2023. Sejak awal tahun, rata-rata jumlah pengguna yang dihasilkan setiap hari mencapai 306 pengguna. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#bei #NTB